Tim Penggiat Budaya Nilai Kepri Kaya Khazanah dan Warisan

by -403 views
by
Tim Ahli Penggiat Budaya dan Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Abdul Kadri
Tim Ahli Penggiat Budaya dan Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Abdul Kadri

Tanjungpinang, (MK) – Penetapan status Sultan Mahmud Riayat Syah sebagai Pahlawan Nasional akan berdampak luas dikalangan masyarakat sebagai salah satu unsur pelestarian sejarah dan budaya bangsa Melayu di Kepulauan Riau (Kepri).

“Kepulauan Riau memiliki peran yang unik didalam sejarah Indonesia, juga dalam sejarah dunia Melayu secara keseluruhan. Hingga sekarang ini, penetapan Sultan Mahmud sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden RI menjadi pendukung kebudayaan Melayu dalam melestarikan sejarah dan kebudayaan,” papar Tim Ahli Penggiat Budaya dan Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Abdul Kadri kepada MetroKepri.com, Senin (30/10/2017).

Kadri mengutarakan masyarakat Kepri sangat membutuhkan rujukan – rujukan dalam memahami besarnya nama seorang Tokoh Pahlawan Nasional.

“Tokoh Pahlawan Melayu seperti Sultan Mahmud Riayat Syah dapat dijadikan sumber rujukan bagi masyarakat Melayu Kepulauan Riau dalam memahami nilai sejarah ketamaddunan Melayu untuk dijadikan harapan baru tentang masa depan yang gemilang sebagaimana masa lalu Kerajaan Riau – Lingga,” ujarnya.

Dia juga menceritakan sedikit kehebatan dari Sultan Mahmud Syah yang selama 25 tahun menjadi Sultan di Kerajaan Riau – Lingga.

“Bukan tanpa alasan penetapan Sultan Mahmud sebagai Pahlawan Nasional yang berasal dari Kepri. Yang kita ketahui, beliau telah membangun Lingga sebagai pusat kerajaan selama 25 tahun. Beliau juga telah dapat membenahi ibukota itu serta melengkapi segala fasilitasnya meski dalam situasi sulit dan selalu mendapat tekanan dari Belanda, serta berhasil meletakkan landasan untuk kelanjutan pemerintahan berikutnya hingga saat ini,” paparnya.

Masih kata dia, selain keuletan dalam membangun tata pemerintahan, Sultan Mahmud Riayat Syah juga sangat hebat dalam membangun perekonomian maritim.

“Tidak hanya itu, peranannya dalam didang ekonomi, beliau sangat cekatan sehingga dahulu Kerajaan Riau – Lingga disebut kerajaan ‘Kota Emas’ dikarenakan penataan dalam bidang ekonomi yang telah dilakukan sejak tahun 1722 mencapai kemajuan yang pesat dan bersikap terbuka pada perdagangan dunia karena sandaran ekonominya terletak pada sektor perdagangan yang hebat,” ucapnya.

Dia juga mengharapkan pemerintah daerah dapat memperhatikan segala warisan serta khazanah peninggalan Kerajaan Riau – Lingga.

“Kepri adalah kota sejarah, kaya akan khazanah serta warisan. Karena itu, kami sangat mengharapkan perhatian khusus Pemerintah Kepri untuk dapat menjaga serta melestarikannya, sehingga dapat dijadikan rujukan bagi sejarah Indonesia,” katanya. (SYAIFUL AMRI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.