Tim WFQR Lantamal IV Amankan 29 TKI di Senggarang

by -283 views
by
Para TKI Saat Diamankan Oleh Tim WFQR Lantamal IV
Para TKI Saat Diamankan Oleh Tim WFQR Lantamal IV
Para TKI Saat Diamankan Oleh Tim WFQR Lantamal IV
Para TKI Saat Diamankan Oleh Tim WFQR Lantamal IV

Tanjungpinang, (MK) – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV mengamankan 29 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terdiri dari 28 orang laki – laki dan 1 orang perempuan di Sei Ladi, Senggarang.

Sedangkan satu orang Tekong dan tiga ABK yang sempat melarikan diri kembali tertangkap oleh Tim Intel Lantamal IV di Km 8 Tanjungpinang, Minggu (27/8/2017) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Komandan Lantamal IV Laksma TNI R. Eko Suyatno mengatakan peristiwa tersebut berawal ketika Tim Intel Lantamal IV memperoleh informasi terkait adanya aktifitas pendaratan TKI ilegal di perairan Sungai Carang dan Sungai Ladi pada Sabtu (26/8/2017).

Masih kata Danlantamal IV, mereka menggunakan speed boat yang sudah dimodifikasi dengan mesin berkecepatan tinggi yang digunakan para tekong sebagai sarana untuk mengangkut TKI ilegal dengan harapan akan lolos dari pantauan TNI AL.

“Saat ini, ada perubahan modus operandi yang dilakukan oleh para penyeludup TKI ilegal, semula mereka menggunakan daerah Batam khususnya wilayah pesisir yang minim pengawasan aparat. Namun saat ini mereka bergeser ke wilayah Tanjungpinang untuk mendaratkan TKI ilegal dari luar negeri untuk menghindari petugas. Hal itu sudah kita antisipasi,” papar Laksma TNI R. Eko.

Danlantamal IV mengutarakan, pada pukul 17.30 WIB speed boat yang telah diincar Tim Intel tersebut keluar dari lokasi sandar di daerah Sei Jang, kemudian Tim WFQR IV melaporkan informasi tersebut kepada Asintel Danlantamal IV dan diteruskan kepadanya.

Setelah diadakan pengintaian pada Sabtu 26 Agustus 2017 sekitar pukul 18.00 WIB, Asintel Danlantamal IV memerintahkan anggota WFQR Lantamal IV melaksanakan penyekatan untuk mempersempit ruang gerak mereka. Dari informasi para pelaku, disinyalir terkenal sangat licin dan sangat menguasai wilayah pesisir Tanjungpinang, apa lagi bergerak pada malam hari mereka sangat piawai, hal ini disinyalir diotaki pemain lama TKI sehingga anggota Tim WFQR IV dilapangan harus bergerak cepat, karena apabila lengah sedikit para pelaku pasti lolos.

Aksi perburuan dibagi dalam dua tim yaitu Tim Darat dan Tim Laut, Tim Laut menggunakan Patkamla Paku dan diperkuat Tim Intel WFQR IV sedangkan Tim Darat terdiri dari 4 orang personil Intelijen. Sekitar pukul 21.00 WIB Tim WFQR IV sudah menempati di daerah penyekatan (tim darat berada di Sungai Ladi Senggarang dan Sungai Carang Senggarang dan Tim Laut berada di perairan Senggarang berjaga – jaga untuk mengantisipasi kemungkinan pelaku kembali melarikan kearah laut).

Selanjutnya pada Sabtu dini hari pukul 01.00 WIB tim laut mendeteksi pergerakan speed boat yang menjadi target saat melintas di perairan Senggarang dan langsung melaksanakan pengejaran speed boat target. Sementara, tim darat yang sudah bersiaga melihat gelagat mencurigakan sebuah bus yang diduga bekerja sama dengan sindikat TKI ilegal akan mengangkut TKI diikuti pergerakan bus tersebut dan benar adanya.

Selang beberapa saat, tim laut terus melaksanakan pengejaran target. Setelah tiba di perairan Sungai Ladi, tim melaksanakan penyergapan namun speed tersebut piawai dan kembali kabur setelah berhasil mendaratkan seluruh TKI, kemudian tim laut terus melaksanakan pengejaran hingga di periaran Sei Jang.

Sementara, tim darat WFQR IV berhasil mengamankan 29 orang TKI (28 orang pria dan 1 orang perempuan). Selain itu, tekong yang berhasil kabur pada Minggu 27 Agustus 2017 sekitar pukul 02.00 WIB berhasil ditangkap ditempat persembunyiannya di Batu Delapan oleh Tim Intel Lantamal IV.

Tak hanya itu, juga diamankan satu unit bus sewaan dengan No Pol BP 7058 TU yang akan mengangkut TKI tersebut sebagai barang bukti.

Hanya berselang beberapa waktu, speed boat yang sempat melarikan diri usai mendaratkan 29 TKI tersebut ditemukan Tim WFQR Lantamal IV di sekitar perairan Sei Jang pada pukul 02.15 WIB, namun kondisi speed boat sudah kosong dan sudah dikandaskan, selanjutnya diamankan oleh Tim WFQR IV.

Hingga saat ini, ke 29 orang TKI, 1 Tekong dan 4 ABK telah diamankan di Mako Lantamal IV. Dari hasil pemeriksaan sementara, para TKI berasal dari beberapa daerah seperti Lombok (NTB), Jawa Timur, Jawa Tengah, Madura, Jambi, Lampung, Bugis dan Aceh. Selain itu barang bawaan TKI tidak luput dari pemeriksaan, namun sampai saat ini tidak ditemukan barang – barang terlarang seperti narkoba. Kemudian, para TKI dan ABK tersebut diperiksa kesehatannya dan tes urine oleh Diskes Lantamal IV.

Dari pengakuan TKI, umumnya TKI masuk ke Malaysia melalui jalur tidak resmi melalui Batam/ Tanjung Balai Karimun ke Malaysia Port Klang, Johor dan Kuala Lumpur. Mereka pada umumnya pekerja kasar di Malaysia masuk tanpa permit dan tidak ada yang melalui BPTKI (jalur resmi).

Usai melaksanakan koordinasi, Lantamal IV dan pihak BP3TKI terkait tindaklanjut terhadap para TKI ilegal tersebut, rencananya pada Hari Senin 28 Agustus 2017 pukul 09.00 WIB akan dilaksanakan serah terima TKI ilegal dari Lantamal IV kepada BP3TKI Tanjungpinang. (Red/Dispen Lantamal IV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.