Tanjungpinang, (MK) – Dalam rangka pengendalian inflasi daerah, terkhusus dalam menjaga lonjakan harga barang dan jasa serta ketersediaan bahan pangan, seperti beras dan kebutuhan pangan lainnya selama Ramadan dan jelang hari raya Idul Fitri 1437 H, Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang mengadakan rapat koordinasi di ruang Rapat Lantai 2 Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Kamis (16/6).
Rapat tersebut langsung dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Drs. Riono M.Si selaku Ketua Tim TPID Tanjungpinang. Pada rapat itu juga, turut dihadiri oleh Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmasnyah SH.
Dalam rapat tersebut, Lis menyampaikan, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui dinas terkait agar melakukan kerjasama dengan daerah lain untuk menciptakan harga barang pokok yang linear dalam pengendalian ekonomi.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang menjelaskan, sampai bulan Mei ini, Kota Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 0,29 persen. Inflasi ini terjadi adanya peningkatan makanan kebutuhan pokok menjelang Ramadan maupun saat Ramadan tiba.
Akan hal itu, guna menekan angka inflasi, Pemerintah Kota Tanjungpinang menggelar pasar murah bagi masyarakat yang tidak mampu, BUMD Kota Tanjungpinang membuka Kedai Cabe yang dijual dibawah harga pasaran.
Sementara, Perwakilan Bea dan Cukai Tanjungpinang, Erman mengatakan, pihaknya berencana menghibahkan beras yang diperuntukan bagi masyarakat prasejahtera Kota Tanjungpinang. (ALPIAN TANJUNG)
