Tanjungpinang, (MetroKepri) – Pekerjaan pembangunan Pelebaran jalan atau Mapras tahun anggaran 2018 yang menggunakan APBD sekitar bulan September 2018 lalu di daerah Kampung Bugis Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Tanjungpinang Kota, pekerja ‘Berang’ terhadap kontraktor pelaksana.
Pasalnya, uapah pekerja pelebaran jalan tersebut didiga belum dibayar sepenuhnya oleh oknum kontraktor Syam sebagai pemborong pekerjaan.
“15 juta lagi upah kerja saya belum dibayar oleh Syam,” kata salah satu pekerja Syaipudin kepada awak media ini, Minggu (31/3/2019) di salah satu kedai kopi di Tanjungpinang.
Parahnya lagi, lanjut Pud sapaan akrabnya pekerja ini, setiap ditagih upah kerja yang menjadi haknya tidak pernah digubris oleh oknum kontraktor tersebut.
“Setiap ditagih ada aja alasannya. Sampai kami ‘Muak’. Dengan ini, saya berharap semua upah kerja kami dapat dibayar oleh Dia (Syam),” ungkapnya.
Selain Dia (Syaipudin), pekerja lainnya juga ‘Berang’ terhadap Syam, yaitu Muhammad Sabir. Dia menjelaskan, sampai sekarang upah kerja dirinya juga tidak dapat diberikan oleh Syam.
“Upah kerja saya sekitar 18 juta rupiah yang belum dibayar oleh Syam. Setiap ditagih selalu saja berdalih dana belum cair,” terangnya miris.
Di waktu yang sama, salah satu pekerja lainnya Syaripudin yang juga Ketua RT 003 RW 006 Kelurahan Kampung Bugis juga mengeluh hal yang sama.
“Bekerja selama kurang lebih 4 bulan, sisa upah yang harus dibayarkan sekitar 6 juta lebih. Sebenarnya kita sudah beberapa kali menyelesaikan secara kekeluargaan tapi hanya janji-janji yang didapat,” ungkapnya.
Pernyatan lain juga diutarakan oleh pekerja Taufik, pekerja pembanguan pelebaran jalan atau Mapras tersebut ada 5 kelompok pekerja yang dijanjikan upah berfariasi dan belum dibayar sepenuhnya oleh oknum kontraktor pemenang tender.
“Sisa upah saya masih sebesar 13 juta rupiah. Setiap ketemu hanya dapat ‘Janji Palsu’ dan sudah beberapa kali bertemu semua kelompok kerja juga tidak membuahkan hasil yang kita harapkan selama ini,” katanya geram.
Sementara itu, Kontraktor pelaksana pekerjaan Pembangunan Pelebaran jalan atau Mapras Syam saat dikonfirmasi lewat telpon WhatsApp mengakui akan hal tersebut.
“Pekerjaan sudah selesai, dana semuanya sudah diberikan tapi pekerjaan tersebut ‘Tekor’. Tapi saya tidak lari dari tanggung jawab, saya ada pekerjaan lain di Pemprov Kepri, kalau sudah cair dananya semua pekerja akan saya bayar,” ujarnya. (*)
Penulis: Novendra
