Bintan, (MK) – Proses pemakaman seorang warga Suku Laut Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Awang Balang (60) mendapat keluhan dari semua warga Suku Laut pada Rabu (17/1/2018).
Pasalnya, akses jembatan tidak ada sehingga proses pemakamannya harus pakai bot.
“Mentanglah kami orang laut,” ujar Petu yang merupakan salah seorang Pemuda disana.
Dia mengutarakan, usulan jembatan dari tahun 2007 lalu dan sampai sekarang tidak ada.
“Dapat janji – janji saje, ape lah kami ni hanya orang bodoh lahir disampan mati pun harus pakai bot juga,” ucapnya kesal.
Sementara itu, pemuda lainnya, Buyung mengatakan dalam waktu dekat ini oganisasi pemuda Gunung Kijang, serta Ormas lainnya akan melakukan aksi nyata dan membuat selebaran mencari donatur untuk biaya pembangunan jembatan melalui pungutan sumbangan ke rumah masyarakat Kecamatan Gunung Kijang.
“Mau beton atau kayu, itu nanti dulu. Yang penting keluarga kami punya jembatan, tak perlu bermegah,” papar Buyung.
Masi kata dia, mau ngelayat saja susah, begitu juga dengan proses pemakamannya.
“Apa lagi saudara kita yang hidupnya sudah susah, sampai meninggal pun tersusahkan. Mana Bintan Gemilang, kalau pejabatnya tidak berpikiran cemerlang,” ucapnya. (Red/ HL)
