Tanjungpinang, (MK) – Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang melalui Jurusan Manajemen menggelar Workshop “Prospek Industri Maritim dan Pengembangan Kewirausahaan Kepulauan Riau” di Hotel Comfort, Senin (26/9).
Pada workshop tersebut, FE UMRAH mengundang salah satu pengusaha nasional bidang maritim yakni Hengky Suryawan sekaligus menjadi narasumber.
Dihadapan audiens dosen dan mahasiswa, pengusaha yang berjuluk Raja Kapal ini menggunakan kesempatannya untuk berbagi pengalaman dan strategi dalam industri khususnya di bidang maritim.
Antusiasme audiens sangat kentara begitu mendengarkan paparan Hengky. Yang menarik, pengusaha kapal sekaligus anggota veteran RI ini tak segan – segan mengisahkan bagaimana usaha suksesnya dirintis dari nol.
“Saya ini anak nelayan, sekolah juga tidak tamat. Tapi karena yakin dengan usaha keras, pada akhirnya saya mampu meraih pencapaian seperti hari ini,” papar bos PT. Bahtera Bestari Shipping ini.
Hengky mengutarakan, perusahaannya saat ini sudah memproduksi lebih dari 100 buah kapal dengan berbagai jenis, mulai tugboat, tongkang, kapal perintis bahkan kapal untuk tujuan wisata bahari diving (menyelam).
“Setelah Raja Ampat, sekarang 1 unit kapal wisata diving sedang dalam proses penyelesaian untuk dipakai di Natuna,” ujarnya.
Pengalaman sukses Hengky di bidang maritim ternyata bukan tanpa tantangan. Di tengah kelesuan ekonomi yang menimpa sektor perkapalan, diakuinya saat ini ia termasuk yang masih bisa bertahan. Hal ini tidak lain karena selama ini Hengky fokus mengakomodasi pasar domestik atau dalam negeri. Walaupun, dikatakannya selama ini pesanan kapal produksi perusahaannya juga datang dari luar negeri, seperti India dan Bangladesh.
Atas pemaparan tersebut, animo mahasiswa tinggi sehingga Hengky menjanjikan kesempatan magang kepada mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga sangat antusias untuk bertanya dan menggali pengalaman dari Hengky Suryawan.
Mulai dari komitmen Hengky untuk tetap berkontribusi dalam pengembangan hasil – hasil laut di Kepulauan Riau, pengembangan spirit wirausaha, bahkan sampai pada tips – tips membangun dan mengembangkan gagasan dan jejaring bisnis.
Yang tidak kalah menarik, Ketua Jurusan Manajemen FE UMRAH, Firmansyah Kusasi melontarkan tawaran bagaimana UMRAH dapat mengakomodasi kontribusi pengusaha maritim seperti Hengky Suryawan. Seperti peluang kebutuhan magang bagi mahasiswa jurusan manajemen. Akan hal itu, Hengky langsung mengiyakan dengan membuka kesempatan magang tersebut bagi UMRAH.
“Saya bisa langsung jawab ya, saya siap tampung mahasiswa magang dari UMRAH,” ucap Hengky yang langsung disambut riuh oleh audiens.
Oleh karena itu, Firman mengaku, mahasiswa merasa beruntung karena bisa langsung mendengar materi tentang bisnis maritim dari praktisinya.
Menurut Firman, kompetensi akademis mahasiswa tidak semestinya hanya mengandalkan teori – teori yang diterima di bangku kuliah, namun juga kombinasi dari pengalaman praktis para pelaku usaha. Hengky sendiri sangat antusias dan terbuka melayani pertanyaan – pertanyaan dari mahasiswa.
Di hadapan mahasiswa Jurusan Manajemen FE UMRAH, Hengky menegaskan petuahnya tentang manajemen.
“Manajemen itu segala – galanya, manajemen diperlukan sebagai kontrol hidup,” ucap Hengky diakhir acara. (Red)
