Natuna, (MetroKepri) – Workshop seni tari dan musik tradisional yang dilaksanakan dalam rangka pelestarian dan aktualisasi adat budaya daerah, resmi ditutup oleh Camat Serasan Timur, Khaidir di Gedung Balai Pertemuan Masyarakat Kecamatan Serasan (BPMKS), Kampung Pelimpak Kelurahan Serasan, Jumat 28 Juni 2019 malam.
Pada Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna ini juga turut dihadiri oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Natuna, Hadisun, Kadis Dinsos P3A Natuna, Kartina Riauwita, Camat Serasan Timur Khaidir, Sekcam Serasan Wendriady, Kapolsek, Danramil, tokoh budaya, tokoh agama, tokoh pemuda, kelompok seni budaya dan masyarakat.
Dikesempatan tersebut, Hadisun mewakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Natuna mengatakan dalam melestarikan adat budaya daerah seperti tari dan musik, ujung tombaknya adalah masyarakat di daerah itu sendiri.
Masih kata dia, dinas terkait hanya membuat program dengan kata lain tugas dinas adalah untuk melihat kekurangan – kekurangan yang ada, kemudian diprogram kedepan didua kecamatan ini.
“Peserta workshop sebanyak 50 orang. Terimakasih kepada masyarakat disini yang telah melestarikan budaya daerah. Dalam seni budaya, saat ini kami sudah melihat dan mendengar di Kecamatan Serasan dan Kecamatan Serasan Timur. Banyak potensi yang luar biasa di dua kecamatan ini. Malam ini kita akan menari dan bernyanyi, mudah – mudahan kita berjumpa lagi. Kalau ada yang salah dan kurang, kami mohon maaf,” papar Hadisun.
Sekretaris Kecamatan Serasan, Wendriady mengatakan, hal seperti ini mengingatkan kembali akan kebudayaan yang ada di daerah ini, tetap dipertahanan dan dilestarikan.
“Pulau Serasan ini ada dua kecamatan, walaupun kita terpisah daerah tapi dalam hal seni dan budaya kita tetap lah satu. Kami yang ada di Kecamatan Serasan pasti butuh pertolongan dari Kecamatan Serasan Timur dalam melestarikan budaya yang ada. Begitu juga Kecamatan Serasan Timur, pasti butuh kami. Jadi saling tolong menolong. Harapan kita bersama-sama kepada kelompok seni yang ada, mulai malam ini komitmen dalam melestarikan seni budaya yang ada,” ujar Wendriady.
Sementara Camat Serasan Timur, Khaidir menutup secara resmi kegiatan Workshop yang ditandai pelepasan tanda peserta.
Khaidir menyampaikan, setelah beberapa tahun direncanakan baru tahun ini terealisasi kegiatan seperti ini.
“Terima kasih buat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Natuna. Kami harapkan kepada generasi muda untuk tetap menjaga budaya yang ada. Kepada orang tua, tetap selalu ingatkan anak-anak kita untuk selalu mencintai kebudayaan lokal,” ucapnya.
Pantauan di lokasi, ratusan masyarakat datang ke BPMKS. Acara penutupan Workshop Seni Tari dan Musik Tradisional ini juga dimeriahkan dengan pegelaran seni budaya berupa tari dan musik tradisonal. (Manalu)
