Agung Ajak IAITB Wujudkan Kepri Sebagai Industri Maritim

by -181 views
Pj Gubernur Kepri saat menerima lukisannya
Pj Gubernur Kepri saat menerima lukisannya
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MK) – Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Riau, Agung Mulyana mengajak Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) ikut berperan dalam mewujudkan Provinsi Kepulauan Riau sebagai pusat industri maritim nasional.

Sebagai pusat maritim, Kepri bisa tampil berbeda dengan provinsi lain di Indonesia dan negara luar sehingga siap menghadapi pasar bebas ASEAN (MEA) yang akan dimulai tahun 2016 mendatang.

Ajakan itu disampaikan Agung yang juga alumni IA ITB saat makan malam diacara silahturrahmi IA ITB yang dirangkai juga dengan diskusi, Minggu (6/12) di Hotel Nongsa Point Marina (NPM) Batam.

“Saya berharap, alumni IA ITB bisa turut serta mempercepat terwujudnya Kepri ini sebagai pusat industri Maritim Nasional, kalau perlu dunia. Sayang rasanya, Kepri yang penuh dengan potensi ini, tidak bisa memanfaatkan kelebihannya secara optimal. Banyak hal yang bisa dilakukan alumni IA ITB di Kepri ini,” ucap Agung.

Dia mengemukakan, bukan sebatas pemikiran saja tetapi turut bekerja. Tidak hanya dibidang industri perkapalan saja, tetapi juga dibidang pangan, pendidikan, budaya dan lainnya.

“Menjadi pusat Maritim Nasional, Kepri tidak unggul disatu sektor saja, seperti industri perkapalan, tetapi harus diberbagai sektor yang menggunakan laut sebagai sarana utama, seperti pabrik, pangan, dan yang lainnya,” ujar Agung.

Dia mengutarakan, mulai dari mengoptimalkan alur laut Kepulauan Riau (ALKI). Perairan Kepri selama ini hanya tempat lewat saja bagi kapal – kapal asing sebelum menuju negara lain. Padahal, jika ALKI dimanfaatkan, Kepri bisa menjadi tempat parkir kapal – kapal asing yang akan bongkar muat di Singapura.

“Begitu juga untuk potensi isi laut Kepri sendiri, seperti ikan. Kepri tidak mempunyai pabrik pengolahan ikan sendiri. Di sektor pangan, meski daerah maritim bukan berarti Kepri tidak bisa unggul disektor pangan. Jagung, ubi, singkong bisa menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat Kepri yang mau fokus di bidang itu,” katanya.

Permintaan ketiga pangan itu, menurut Agung cukup tinggi, tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga luar negeri. Total permintaan negara luar setiap bulannya sekitar 100 juta kilogram. Jumlah tersebut merupakan peluang besar bagi investor. Selain permintaan tinggi, masa tanam juga terbilang singkat, yakni 120 hari.

“Untuk 1 hektare lahan saja sudah bisa ditanami 10 ribu batang singkong. Daripada semua bermain di sawit, alangkah bagusnya para pengusaha kita juga melirik ubi, singkong dan jagung ini,” papar Agung.

Sementara untuk mengimbangi ketersediaan sumber daya manusia (SDM), Agung akan meminta Politeknik Batam untuk membuka cabang di Tanjungpinang. Anak – anak Kepri harus siap membangun negerinya. Dengan begitu bisa mengurangi pengangguran.

“Sehingga tidak ada lagi tamatan sekolah di Kepri yang tidak bekerja selepas sekolah. Politeknik tersebut menyiapkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri di Kepri. Masih sangat banyak sekali peluang kerja di Kepri ini. Tinggal kita mau atau tidak mencari dan mewujudkan berbagai peluang tersebut,” ucapnya.

Hal lain yang tak kalah pentingnya dikembangkan menurut Agung adalah budaya maritim. Budaya dimana setiap masyarakatnya sangat menghargai laut sebagai sumber kehidupan utama. Budaya yang membuat masyarakatnya sangat mencintai laut.

“Kecintaan terhadap laut dengan sendirinya akan menimbulkan rasa menjaga laut dengan baik. Memanfaatkan laut secara optimal,” katanya.

Diakhir diskusi, Agung juga mengemukakan hal – hal menarik yang perlu penangan serius dari pemerintah dan stake holder, diantaranya tidak sesuainya kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kepri dengan kebutuhan industri yang ada, tingginya biaya sertifikasi tenaga kerja di industri perkapalan, yakni mencapai Rp20 juta untuk satu sertifikat, RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah Kota) yang belum tepat sasaran, dan kurangnya tenaga – tenaga muda yang bisa bekerja di bidang kreatif.

Acara silahturrahmi dan diskusi bersama IA ITB tersebut ditutup dengan kejutan ucapan ulang tahun dari seluruh alumnus untuk Gubernur Kepri Agung Mulyana. Diawali dengan tiup lilin dan diakhiri dengan ciuman mesra dari istrinya. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.