Tanjungpinang, (MK) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan perkembangan ekspor dan impor di Provinsi Kepulauan Riau pada Agustus 2017.
Ekspor Provinsi Kepulauan Riau pada Agustus 2017 mencapai US$976,89 Juta atau turun sebesar 4,45 persen dibanding ekspor Juli 2017. Sedangkan nilai impor mencapai US$755,02 juta atau naik 23 persen dibanding impor Juli 2017.
“Ekspor migas Agustus 2017 mencapai US$279,61 juta, ekspor non migas mencapai US$697,27 juta. Sedangkan impor migas mencapai US$158,55 juta dan impor non migas mencapai US$596,47 juta,” papar Kepala BPS Provinsi Kepri, Panusunan Siregar kepada tamu yang hadir, Jumat (15/9/2017).
Kemudian, untuk ekspor migas dan non migas Agustus 2017 turun 8,60 persen dan 2,67 persen dibanding Juli 2017. Sedangkan impor migas dan non migas naik masing – masing 173,77 persen dan 7,29 persen.
Panusunan juga menjelaskan, secara komulatif Januari – Agustus 2017 mencapai US$1.698,68 juta dengan peranan terhadap ekspor non migas sebesar 29,49 persen.
“Ekspor ke Singapura pada Agustus 2017 mencapai nilai terbesar yaitu US$527,88 juta, sedangkan secara komulatif Januari – Agustus 2017 mencapai sebesar US$4.086,23 juta, dengan kontribusinya mencapai 51,07 persen dan negara pemasok barang impor terbesar pada Januari – Agustus 2017 ditempati oleh Singapura dengan nilai US$1.928,72 juta dengan konstribusi 35,79 persen,” ujarnya.
Panusunan mengutarakan, bahwa ada lima pelabuhan yang berkontribusi terhadap komulatif ekspor Januari – Agustus 2017 sehingga menuai hasil sebesar 85,79 persen.
“Nilai ekspor Provinsi Kepulauan Riau Januari – Agustus 2017 terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar US$2.233,2 juta, disusul Pelabuhan Sekupang US$1.353,70 juta, Pelabuhan Kabil/ Panau US$1.212,92 juta, Pelabuhan Tarempa US$1.152,26 juta dan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun US$912,48 juta,” ucapnya.
Sementara, Pelabuhan bongkar barang impor terbesar selama Januari – Agustus 2017 adalah Pelabuhan Batu Ampar dengan nilai impor sebesar US$2.001,77 juta, disusul Pelabuhan Sekupang dengan nilai impor sebesar US$1.350,93 juta, dengan konstribusi keduanya mencapai 62,21 persen dari total impor. (NOVENDRA)
