Agustus, Ekspor Kepri Turun Sebesar 4,45 Persen

by -292 views
by
Kepala BPS Provinsi Kepri, Panusunan Siregar Saat Ekspos Data Ekspor dan Impor Kepri. Foto NOVENDRA
Kepala BPS Provinsi Kepri, Panusunan Siregar Saat Ekspos Data Ekspor dan Impor Kepri. Foto NOVENDRA

Tanjungpinang, (MK) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan perkembangan ekspor dan impor di Provinsi Kepulauan Riau pada Agustus 2017.

Ekspor Provinsi Kepulauan Riau pada Agustus 2017 mencapai US$976,89 Juta atau turun sebesar 4,45 persen dibanding ekspor Juli 2017. Sedangkan nilai impor mencapai US$755,02 juta atau naik 23 persen dibanding impor Juli 2017.

“Ekspor migas Agustus 2017 mencapai US$279,61 juta, ekspor non migas mencapai US$697,27 juta. Sedangkan impor migas mencapai US$158,55 juta dan impor non migas mencapai US$596,47 juta,” papar Kepala BPS Provinsi Kepri, Panusunan Siregar kepada tamu yang hadir, Jumat (15/9/2017).

Kemudian, untuk ekspor migas dan non migas Agustus 2017 turun 8,60 persen dan 2,67 persen dibanding Juli 2017. Sedangkan impor migas dan non migas naik masing – masing 173,77 persen dan 7,29 persen.

Panusunan juga menjelaskan, secara komulatif Januari – Agustus 2017 mencapai US$1.698,68 juta dengan peranan terhadap ekspor non migas sebesar 29,49 persen.

“Ekspor ke Singapura pada Agustus 2017 mencapai nilai terbesar yaitu US$527,88 juta, sedangkan secara komulatif Januari – Agustus 2017 mencapai sebesar US$4.086,23 juta, dengan kontribusinya mencapai 51,07 persen dan negara pemasok barang impor terbesar pada Januari – Agustus 2017 ditempati oleh Singapura dengan nilai US$1.928,72 juta dengan konstribusi 35,79 persen,” ujarnya.

Panusunan mengutarakan, bahwa ada lima pelabuhan yang berkontribusi terhadap komulatif ekspor Januari – Agustus 2017 sehingga menuai hasil sebesar 85,79 persen.

“Nilai ekspor Provinsi Kepulauan Riau Januari – Agustus 2017 terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar US$2.233,2 juta, disusul Pelabuhan Sekupang US$1.353,70 juta, Pelabuhan Kabil/ Panau US$1.212,92 juta, Pelabuhan Tarempa US$1.152,26 juta dan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun US$912,48 juta,” ucapnya.

Sementara, Pelabuhan bongkar barang impor terbesar selama Januari – Agustus 2017 adalah Pelabuhan Batu Ampar dengan nilai impor sebesar US$2.001,77 juta, disusul Pelabuhan Sekupang dengan nilai impor sebesar US$1.350,93 juta, dengan konstribusi keduanya mencapai 62,21 persen dari total impor. (NOVENDRA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.