Anggaran Minim, Pembangunan Pasar Modern di Natuna Belum Rampung

by -314 views
by
Bupati Natuna, Ilyas Sabli saat rapat bersama rombongan Wakil Guibernur Kepri. Foto KALIT
Bupati Natuna, Ilyas Sabli saat rapat bersama rombongan Wakil Guibernur Kepri. Foto KALIT

Natuna, (MK) – Dalam rangka kunjungan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun ke Pemerintah Kabupaten Natuna, Bupati Natuna, Ilyas Sabli membuka rapat di Kantor Bupati usai Apel halaman di kantor Bupati, Selasa (12/4).

Dalam sambutannya, Bupati Natuna Ilyas Sabli menyampaikan, rapat ini dibuka dalam rangka kunjungan Wakil Gubernur Kepri Nurdin Basirun untuk mendengarkan visi dan misi Kepri.

Dalam rapat itu juga, Ilyas memeberkan keluhan Pemkab Natuna tentang banyaknya bangunan yang masih belum rampung akibat anggaran tidak mendukung.

“Seperti pembangunann kantor DPRD Kabupaten Natuna dan Pasar Modren. Kami juga mengharapkan diadakan pengadaan untuk kapal terbuat dari alumunium,” papar Ilyas.

Dikesempatan itu, Wakil Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang datang bersama rombongan SKPD seperti Bappeda, BPP, PU, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri akan menyampaiakan program – program Pemerintah Provinsi Kepri.

“Kita akan dengar program dari rombongan saya, yakni dari Bappeda, BPP, PU dan Dinas Kelautan yang juga sekalian akan mendampingi kedatangan Panglima TNI ke Natuna,” ujar Nurdin.

Dia menambahkan, semua daerah terjadi “Badai” karena adanya kepentingan pribadi dalam mengelola APBD, APBN.

“Marilah kita berbicara secara langsung tanpa memandang jabatan. Apa program yang dibutuhkan masyarakat untuk dibuat,” paparnya.

Nurdin juga mengajak agar bekerja sungguh – sungguh dan jangan menggunakan narkoba. Silahkan SKPD Provinsi Kepri memberikan program kerja untuk Natuna.

Pada pertemuan itu, Kepala Dinas PU Provinsi Kepri, Heru Sukmoro menyampaikan, penyelesaian Jalan Batubi – Klarik juga akan segera dianggarkan pembangunan jembatan juga.

Sementara, Kepala BPP Edy Sopyan menyampaikan, ada lima prioritas program masuk dalam musrenbang nasional.

“Anggarannya berkisar Rp40 triliun kepada 10 kabupaten lainnya dan Natuna penetapan kawasan strategis nasional (PKSN) dan lokasi prioritas untuk daerah perbatasan. Namun untuk usulan dari Natuna tidak masuk dan akan diusulkan dari Provinsi Kepri untuk Natuna,” ujarnya.

Dikesempatan itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, Raja Ariza mengatakan, ilegal fishing meretas adanya alat tangkap trol dan pengaruh besar. Karena kapal Hongkong tidak masuk, disinyalir kapal tersebut membawa alat kimia dan seperti potassium.

“Kementerian Kelautan dan Perikanan akan buat kapal sebanyak 40 ribu dan memfokuskan pelabuhan terpadu di Selat Lampa agar tahun depan bisa selesai. Bulan Mei kapal Hongkong masuk ke Sedanau, namun ada persyaratan khusus dan dikawal TNI AL,” paparnya.

Sementara, Kepala Bapebda Provinsi Kepri, Naharudin menyampaikan, rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJM NAS) Natuna kawasan strategi nasional. Penanganan tidak hanya oleh provinsi dan daerah, namun juga  pusat.

“Natuna akan dijadikan pelabuhan container internasional,” ucapnya.

Sedangkan, kata dia, untuk kapal khusus penumpang, tahun ini akan dibuat 52 kapal dan akan diperioritaskan dua unit kapal untuk Natuna, sehingga bisa empat hari putaran kapal masuk ke Natuna. (KALIT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.