Natuna, (MK) – Seorang pria asal Nias yang diduga mengalami gangguan mental membawa senjata tajam (Sajam) jenis parang di lingkungan warga Puak, Kabupaten Natuna, Jumat (29/4) malam.
Pria tersebut membawa parang sambil melakukan atraksi dihadapan lima warga yang tengah dipengaruhi alkohol di salah satu rumah warga Puak. Atas perilaku itu, sehingga warga mengeroyok Boge (Nama samaran) pria yang membawa parang tersebut.
Informasi yang dihimpun di lapangan, Boge membawa parang ke salah satu rumah warga Puak sekitar pukul 19.45 WIB. Di rumah tersebut ada lima warga yang sedang menenggak alcohol (Mabuk – mabukkan).
Sambil membawa parang, korban melakukan atraksi dihadapan lima warga. Akan hal itu, warga yang tengah dipengaruhi alkohol tersebut marah dan pelaku berinisial RT serta KD mengeroyok korban dengan memukul kepala Boge menggunakan botol miras ke kepala korban. Akhirnya, Boge tumbang ke lantai dengan mengeluarkan darah dari kepalanya.
“Korban datang dengan bawa parang, kemudian terjadi perkelahian dan korban tersungkur ke lantai,” ucap seorang warga berinisial OG.
Dia mengatakan, korban itu juga sangat sulit untuk diajak komunikasi, karena korban sedikit mengalami ganguan mental. Berbicara saja susah, karena korban kental dengan logat bahasa Nias.
“Ia (Korban) orang Nias, tapi tinggal di Puak. Dia ada juga ganguan mentalnya dan kerjaannya hanya buruh kasar,” ujarnya.
Atas kejadian itu, korban langsung dilarikan ke RSUD untuk mendapat pertolongan. Pantauan media ini di ruang gawat darurat, tampak kepala bagian belakang korban sedang di jahit. Korban juga muntah – muntah, kemudian pihak medis memindahkan korban ke ruang operasi untuk tindakan lebih lanjut.
“Korban dalam kondisi mabuk dan tidak koperatif. Korban akan dibawa ke ruang operasi untuk tindaklanjut medis,” ucap salah satu dokter di UGD.
Sementara itu, dua pelaku pengeroyokan terhadap korban langsung diamankan malam itu juga di Polres Natuna untuk keterangan dan pemeriksaan lebihlanjut. (KALIT)
