Butuh Uang, Pasien BPJS Berniat Jual Tabung Elpiji

by -228 views
Iklan Banner

Surabaya (MK) – Lantaran tak mampu membeli obat untuk putrinya, seorang ibu di Surabaya, Jawa Timur berniat menjual tabung gas elpiji demi kesembuhan sang anak.

Vita Ridhani Yuniningsih (43) orangtua dari Chiquitita Adinda Putri Istiawan (2) harus berjuang mendapatkan uang dengan segala cara yakni menjual sejumlah harta bendanya untuk menebus obat dan vitamin. Adapun obat-obatan yang dibutuhkan seperti Depakene, Locoid Scalp dan Prolacta DHA yang jika ditotal harganya mencapai Rp400 ribu.

Karena itu, istri dari Heru Istiawan (41) ini sampai berniat menjual satu-satunya barang berharga miliknya yang tersisa di rumah kontrakannya yang berukuran 4×4 meter di kawasan Jalan Kutai, Surabaya, Jawa Timur yakni tabung gas elpiji Blue Gas 5,5 kilogram beserta tungkunya.

Obat-obatan tersebut adalah untuk mengurangi kejang-kejang saat epilepsi sang anak kambuh. Untungnya, keluhan ibu tiga anak ini didengar oleh Komunitas Tolong Menolong (KTM), hingga akhirnya Chiquitita atau yang akrab dipanggil Dinda bisa mengonsumsi obat-obatan yang dibutuhkan.

Ketua KTM, Daniel Lukas Rorong mengatakan pihaknya mendapat informasi adanya masyarakat yang membutuhkan ini berawal dari pesan singkat yang disebar.

Tanpa butuh waktu yang lama, komunitas sosial yang bermarkas di Surabaya ini langsung merespon dengan membelikan obat-obatan dan vitamin yang dibutuhkan. “Pihak kami langsung bergerak cepat untuk menolong apa yang menjadi kesulitan keluarga tak mampu ini,” kata Daniel, Rabu (25/2/2015).

Danil menceritakan, Dinda divonis menderita epilepsi sejak usianya masih menginjak 6 bulan. Dan balita kelahiran 28 Mei 2012 ini harus mengonsumsi Depakene secara berkelanjutan untuk mengurangi kejang-kejang saat epilepsinya kambuh sewaktu-waktu.

Sedangkan untuk Locoid Scalp diperlukan untuk mengobati sejenis jamur (Tinea Barbae and Tinea Capitis) yang tumbuh di beberapa bagian di kulit kepalanya. Prolacta DHA Baby sendiri diperlukan untuk pemenuhan gizi Dinda yang termasuk terlambat pertumbuhan di usianya yang genap 3 tahun pada Mei 2015 mendatang.

Dinda juga terdaftar sebagai pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) umum kelas 1 dengan nomer kepesertaan 0001244551997 yang tiap bulannya membayar Rp59 ribu. Karena itu pihak keluarga berharap pihak BPJS bisa membantu dan merespon apa yang menjadi keluhannya ini.

Ayah Dinda yang hanya sebagai pekerja dsalahsatu gudang besi di kawasan industri Rungkut, Surabaya dengan pendapatan 2 jutaan per bulan ini tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sehingga untuk membantu perekonomian dan untuk pengobatan anaknya, Vita membuka lapak kecil di teras rumah ibunya yang letaknya tak jauh dari kos-kosannya dengan berjualan kopi dan mie instan.(*/inilah.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.