Batam, (MK) – Bank Indonesia optimistis perekonomian di Provinsi Kepulauan Riau menguat 5,5 persen hingga 6 persen (yoy) pada triwulan I tahun 2016, karena ditopang penguatan konsumsi dan investasi di provinsi yang berbatasan dengan empat negara tetangga.
“Pada triwulan I 2016, perekonomian Kepri diperkirakan menguat pada kisaran 5,5 hingga 6,0 persen (yoy),” kata Kepala Kantor BI Kepri, Gusti Raizal Eka Putra di Batam, Selasa (16/2).
BI memperkirakan, konsumsi tumbuh menguat sejalan dengan pola tahunan, adanya perayaan hari keagamaan yang bertepatan dengan libur panjang, nilai tukar yang terjaga serta keyakinan konsumen yang tercermin dari hasil survei konsumen.
Sementara investasi diperkirakan akan tumbuh menguat sejalan dengan indikator impor barang modal dan bahan baku yang mulai menunjukkan perbaikan.
Disisi lain, kata dia, kinerja ekspor dan impor diperkirakan masih relatif melemah, sejalan dengan pemulihan ekonomi global yang masih terbatas.
“Secara keseluruhan tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Kepri diperkirakan pada kisaran 6,3 hingga 6,8 persen (yoy), menguat dibanding pertumbuhan 2015 sebesar 6,02 persen (yoy),” kata dia.
BI juga memperkirakan laju inflasi berpotensi meningkat pada triwulan pertama 2016. Meski secara keseluruhan, tekanan inflasi diperkirakan lebih rendah dibanding 2015.
Sampai dengan akhir tahun 2016, inflasi Kepri diperkirakan pada kisaran 4 hingga 4,5 persen (yoy), berkat komitmen Tim Pengendali Inflasi Daerah dalam melaksanakan program Roadmap Pengendalian Inflasi Provinsi Kepri serta komitmen pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur demi mendukung logistik pangan.
Namun, ia tidak menampik, masih terdapat sejumlah risiko inflasi pada akhir tahun, antara lain terbatasnya pasokan bahan pangan dari sentra produksi yang dipengaruhi pergeseran musim tanam akibat El Nino, potensi La Nina, meningkatnya permintaan sejalan dengan Hari Raya Imlek dan libur panjang yang akan mendorong kenaikan jumlah wisatawan. (ANT)
