Natuna, (MK) – Bupati Natuna H. Hamid Rizal memimpin upacara memperingati hari PGRI ke 72 tahun yang diselaraskan dengan Hari Guru Nasional (HGN) ke 23 dihalaman Kantor Bupati Natuna Jalan Bukit Arai Ranai, Natuna, Selasa (28/11/2017) pagi.
Pada upacara tersebut turut dihadiri sekitar 600 guru yang berada di lima kecamatan, yakni Kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, Bunguran Tengah, Bunguran Selatan dan Kecamatan Batubi.
Dikesempatan itu, Bupati Natuna Hamid Rizal membacakan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy.
Dalam pidatonya, Hamid menyampaikan kunci kesuksesan pendidikan karakter terletak pada peran guru. Sebagaimana ajaran Ki Hajar Dewantara, ‘Ing ngarso sung tuladho, ing madyo mbangun karso, tut wuri handayani’, maka seorang guru idealnya memiliki kedekatan dengan anak didiknya.
“Guru hendaknya dapat melekat dengan anak didiknya, sehingga dapat mengetahui perkembangan anak didiknya. Tidak hanya dimensi intelektualitas saja, namun juga kepribadian setiap anak didiknya,” papar Hamid.
Masih kata Hamid, di era globalisasi ini, teknologi dan informasi berkembang dengan pesat. Media sosial yang terintegrasi dalam teknologi dan informasi saat ini bukan menjadi barang yang mahal. Setiap orang, bahkan anak PAUD – pun dapat mengakses media sosial setiap detiknya.
“Hendaknya, kondisi ini dapat dimanfaatkan secara positif dan maksimal oleh para guru dan tenaga kependidikan. Maka, guru diharapkan mampu mengakselerasi dirinya untuk melek teknologi dan informasi,” ujarnya.
Dengan cara ini, kata Bupati, literasi elektronik atau yang lebih trend dengan istilah e – literacy dapat berkembang menjadi media pembelajaran bagi anak didik. Pemanfaatan literasi elektronik dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, lebih murah, lebih mudah, dan lebih aktual (up-date).
“Pada hari yang berbahagia ini, Hari Guru Nasional saya menghimbau agar guru – guru dapat mengintegrasikan hal tersebut dalam metode pembelajaran pada rencana program pembelajaran,” ucapnya.
Mudah – mudahan, HGN tahun 2017 ini menjadi titik tonggak sejarah untuk pembentukan organisasi guru yang berasal dari, untuk, dan oleh guru. Bersatu untuk kebersamaan dan bersama untuk persatuan dari masing – masing organisasi guru pada akhirnya akan membawa guru – guru Indonesia menjadi lebih profesional.
“Guru tidak dibawa ke ranah politik praktis atau dijadikan sebagai alat politik. Seyogyanya guru yang profesional menjadi insan yang independen dan mumpuni dibawah naungan organisasi profesi guru yang independen,” kata Hamid.
Dia mengemukakan, guru memegang kunci utama untuk memperluas keterjangkauan, meningkatkan kualitas/ mutu dan relevansi, mewujudkan kesetaraan, dan menjamin kepastian warga negara memperoleh layanan pendidikan. Optimalisasi peran dan fungsi guru dalam proses pendidikan dan pembelajaran harus dibarengi dengan peningkatan kinerja sistem persekolahan dan kepengawasannya secara keseluruhan. Karenanya, peningkatan kemampuan dan kepemimpinan kepala sekolah dan pengawas sekolah dalam melakukan pengelolaan sekolah yang efektif dan efisien menjadi bagian integral dari peningkatan mutu pendidikan.
“Marilah kita jadikan HGN ini sebagai semangat untuk terus membangun peradaban bangsa Indonesia, sehingga menjadi bangsa yang berbudaya, cerdas, bermutu dan berkarakter dan mampu bersaing dalam kancah pergaulan internasional,” kata Hamid.
Usai upacara, Hamid Rizal berharap terkait hari guru, agar tenaga pendidik di Natuna bisa lebih profesional lagi. Kedepan, teknologi digital bisa lebih maju. Guru juga perlu meningkatkan pengetahuannya. Mau tidak mau harus dihadapi karena perkembangan globalisasi tidak bisa ditunda.
“Kita harus mampu bersaing dengan daerah lain dan negara lain. Anak Indonesia banyak yang hebat dan bisa bersaing dengan mereka,” ucapnya.
Langkah peningkatan itu, menurut Hamid dengan cara membuat program pelatihan peningkatan kepada guru dan anak didik.
Dikesempatan lain, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Marka DJ mengatakan jika peningkatan mutu para pendidik dimulai dari sini dan berharap peningkatan mutu pendidikan anak – anak menjadi prioritas utama.
“Saya minta guru serius dalam mendidik anak – anak agar bisa memperbaiki segala kekurangannya. Walaupun SMA tidak urusan kabupaten lagi, tapi kita tetap melakukan pengawasan dan mendorong agar tetap menjadi yang terbaik,” imbuhnya. (MANALU)
