Bupati Natuna Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke 89

by -352 views
by
Bupati Natuna, Hamid Rizal Foto Bersama Pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 89. Foto MANALU
Bupati Natuna, Hamid Rizal Foto Bersama Pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 89. Foto MANALU

Natuna, (MK) – Bupati Natuna, Hamid Rizal memimpin upacara memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke 89 di halaman Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Kabupaten Natuna, Sabtu (28/10/2017).

Pada upacara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah FKPD, OPD di lingkungan Pemkab Natuna, Anggota DPRD Natuna, Henry FN, Pemuka Masyarakat, Pemuka Adat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan seluruh peserta upacara.

Dikesempatan itu, Bupati Natuna, Drs. H. A. Hamid Rizal M.Si membacakan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Imam Nahrowi.

Dalam pidatonya, delapan Puluh Sembilan tahun yang lalu, tepatnya pada 28 Oktober 1928 sebanyak 71 pemuda dari seluruh penjuru tanah air berkumpul disebuah gedung di Jalan Kramat Raya daerah Kwitang Jakarta.

“Mereka mengikrarkan diri sebagai Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa yaitu, Indonesia,” papar Hamid membacakan pidato Menpora RI.

Masih dalam pidato Menpora, ini merupakan sebuah ikrar yang sangat monumental bagi perjalanan sejarah Bangsa Indonesia. Ikrar ini, 17 tahun kemudian melahirkan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

“Sumpah Pemuda dibacakan di area Kongres Pemuda ke – 2, dihadiri oleh pemuda lintas suku, agama dan daerah. Jika kita membaca dokumen sejarah Kongres Pemuda ke – 2, kita akan menemukan daftar panitia dan peserta kongres yang berasal dari pulau – pulau terjauh Indonesia, secara imanijatif sulit rasanya membayangkan mereka dapat bertemu dengan mudah,” ujarnya.

Dari belahan Barat Indonesia, kata Hamid, terdapat nama Muhammad Yamin, seorang pemuda kelahiran Sawah Lunto, Sumatera Barat yang mewakili Organisasi Pemuda Sumatera, Jong Sumatranen Bond. Dari belahan Timur Indonesia, kita menemukan pemuda bernama Johanes Leimena kelahiran Kota Ambon Maluku, mewakili Organisasi Pemuda Jong Ambon. Ada juga Katjasungkana dari Madura, juga Cornelis Lefrand Senduk yang mewakili Organisasi Pemuda Sulawesi, Jong Selebes.

Keempat pemuda tersebut, kata Hamid, bersama 71 Pemuda Peserta Kongres lainnya, mereka memiliki latar belakang agama, suku, bangsa dan adat – istiadat yang berbeda – beda. Namun fakta sejarah menunjukkan, bahwa sekat dan batasan tersebut tidak menjadi halangan bagi para Pemuda Indonesia untuk bersatu demi cita – cita besar Indonesia yang kita sebut “Berani Bersatu”.

“Kita patut bersyukur, atas sumbangsih para Pemuda Indonesia yang sudah melahirkan Sumpah Pemuda. Sudah seharusnya kita meneladani langkah – langkah dan keberanian mereka hingga mampu menorehkan sejarah emas untuk bangsa,” paparnya.

Namun anehnya, justru dengan berbagai macam kemudahan yang dimiliki hari ini, justru sering berselisih paham, mudah sekali memvonis orang, mudah berpecah belah, saling mengutuk satu dengan yang lain, menebar fitnah dan kebencian.

“Seolah – olah kita terpisahkan oleh jarak yang tak terjangkau, atau berada di ruang isolasi yang tidak terjamah, atau terhalang tembok raksasa yang tinggi dan tebal, sehingga tidak dapat ditembus oleh siapapun,” ujarnya.

Bagi generasi muda Indonesia, kata Hamid, api Sumpah Pemuda harus diambil dan terus dinyalakan.

“Kita harus berani melawan segala bentuk upaya ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kita harus berani mengatakan, bahwa Persatuan Indonesia adalah segala – galanya, jauh diatas persatuan keagamaan, kesukuan, kedaerahan, apalagi golongan. Sudah saatnya kita melangkah ke tujuan lain yang lebih besar, yaitu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya.

Masih kata Hamid, kita patut bersyukur kepada Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo yang selama ini telah memberikan perhatian yang besar terhadap pembangunan kepemudaan di Indonesia.

“Dengan telah ditandatanganinya Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2017, tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan, maka Peta Jalan Kebangkitan Pemuda Indonesia terus kita gelorakan bersama Pemerintah Daerah, Organisasi kepemudaan, dan sektor swasta untuk selalu bergandeng tangan, bergotong – royong melanjutkan api semangat Sumpah Pemuda 1928. Saatnya kita ‘Berani Bersatu’ untuk kemajuan dan kesejahteraan Indonesia,” katanya. (MANALU)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.