
Natuna, (MK) – Dalam upaya mencegah paham radikalisme dan masuknya aliran sesat ke Kabupaten Natuna, Polres Natuna mengadakan sosialisasi ke masyarakat di pesantren Madinna Tunnajah Desa Binjai Kecamatan Bunguran Barat, Sabtu (10/6/2017) sekitar pukul 09.00 WIB.
Sosialiasi itu juga disampaikan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Barat, Bripda Indra Pratama.
Kapolres Natuna AKBP Charles P Sinaga menyampaikan, sosialisasi kepada masyarakat ini merupakan intruksi dari Kapolri Jenderal Tito.
“Sosialisasi ini juga bertujuan agar masyarakat lebih berperan aktif untuk tanggap kepada daerah dan situasi di lingkungan sekitar,” papar AKBP Charles.
Selain itu, kata Kapolres, juga untuk membantu polisi dalam menekan aliran radikalisme dan masuknya aliran yang menyesatkan.
“Masyarakat harus membantu Polri khususnya Polres Natuna dengan cara memberikan info yang akurat. Kita akan sikat sampai ke akar – akarnya. Aktifkan tradisi masyarakat Indonesia,” ujar AKBP Charles.
Kapolres juga mengharapkan agar peran pemerintah, baik di tingkat desa sampai ke tingkat RT/ RW lebih aktif dan tanggap kepada masyarakat dan melaporkan bila ada hal yang mencurigakan. Polres Natuna juga mempermudah masyarakat untuk system cara pelaporan.dengan menggunakan “Panic Button”.
“Wajib lapor 1 x 24 jam bagi warga baru yang masuk satu wilayah. Masyarakat bisa manfaatkan ‘Panic button Polres Natuna’. Sistem ini sengaja diciptakan untuk mempermudah komunikasi masyarakat dengan Polres Natuna, cukup hanya melalui Handphone,” ucapnya.
Sosialisasi ini juga, ditujukan kepada murid pesantren yang berjumlah hampir 30 orang. (KALIT)
