Danlanal Ranai: Memanfaatkan Peran Media Dalam Mendukung Militer

by -80 views
Komandan Lanal Ranai, Kolonel Laut (P) Tunggul
Komandan Lanal Ranai, Kolonel Laut (P) Tunggul

Natuna, (MetroKepri) – Seorang pria kelahiran tahun 1976 silam, terlihat gagah dengan mengenakan pakaian loreng TNI. Ia berdiri di podium sambil memperkenalkan dirinya.

Dihadapan sejumlah awak media, pria berambut cepak ini juga berbicara dengan tenang.

Menjaga kedaulatan laut di ujung utara NKRI merupakan tugas yang harus diembannya dengan segenap hati dan jiwanya. Baginya, “NKRI Harga Mati” merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi.

Pria yang dikenal dengan nama Kolonel Laut (P) Tunggul ini merupakan Komandan Lanal Ranai yang baru. Berbagai pengalaman telah dilaluinya, baik dari penugasan militer dan pendidikan yang dilakukan di dalam dan di luar negeri.

Sebelum menjabat Danlanal Ranai, ia pernah menjabat sebagai Komandan Pusat Pendidikan Pelaut (Danpusdikpel) di Komando Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) di Surabaya, serta Komandan KRI Diponegoro.

Salah satu tugas militer di luar negeri yang pernah dialaminya adalah ketika menjadi pasukan perdamaian di daerah konflik, tepatnya di Republik Demokratik Kongo yang terletak di Benua Afrika.

Selama setahun bertugas di Republik Demokratik Kongo, membuat ia beserta rekan-rekannya bangga karena Indonesia lebih maju dari daerah yang ada di Afrika.

“Indonesia lebih maju dari daerah Afrika, kami juga bangga dan sangat bersyukur karena bendera merah putih berkibar disana sebagai pasukan perdamaian,” katanya di Mako Lanal Ranai saat coffee morning dengan awak media Natuna, Selasa 29 Oktober 2019.

Jenjang karirnya terus ditingkatkan dengan menempuh pendidikan di Singapura. Selama satu tahun mengenyam pendidikan, salah satu tugas menulis yang diambilnya adalah bagaimana memanfaatkan peran media dalam mendukung militer.

Ia menjelaskan, pada prinsipnya kehadiran wartawan di dunia militer tidak bisa dihindari karena wartawan mempunyai kebebasan pers, namun tidak semua hal bisa dikupas seratus persen karena militer memiliki rahasia dan tujuan dalam hal pertahanan dan keamanan negara.

“Tapi tidak semua operasi militer tertutup, karena harus diketahui dan didukung oleh publik,” ucapnya.

Dalam bertugas, Kolonel Laut (P) Tunggul menerangkan, militer memiliki aturan dan kode etik yang harus dipatuhi, sama halnya dengan awak media. Dari sisi ini, peran media sangat diperlukan dengan saling memahami dan saling bahu membahu yang pada intinya adalah untuk kemajuan negeri.

“Kata koordinasi itu mudah untuk diucapkan, namun terkadang sangat sulit dilaksanakan. Koordinasi itu bisa terjalin dengan baik apabila ada chemistri, salah satunya dengan ngopi bareng,” katanya.

Untuk itu, selaku Danlanal Ranai, ia selalu berusaha untuk membuka komunikasi seluas-luasnya kepada awak media dengan harapan, kerjasama yang baik akan semakin baik dan lebih baik lagi kedepan dalam menjaga daerah perbatasan ini.

Sementara itu, mewakili awak media Natuna, Rafi mengucapkan apresiasi kegiatan coffee morning ini. Ini merupakan tali silaturahmi yang akan terus berlanjut.

Sebagai ujung tombak informasi di garda terdepan NKRI, awak media Natuna akan selalu siap membantu Lanal Ranai dalam memberi dan menyajikan informasi pemberitaan sesuai dengan karakter dan kemampuan jurnalistik.

“Peran pers sangat penting bagi pihak pertahanan dan keamanan negara, khususnya TNI AL. Semoga komunikasi dan kerjasama terus terjalin dan betah di Kabupaten Natuna,” imbuhnya.

Setelah Kolonel Laut (P) Tunggul memperkenalkan diri, suasana keakraban semakin terjalin ketika giliran awak media Natuna satu persatu memperkenalkan diri. Selain awak media, kegiatan coffee morning ini juga dihadiri jajaran Lanal Ranai. (Manalu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.