Dikritisi Peruntukannya AMDES Rejai Diduga Dijadikan Bisnis, Kades Bantah

by -553 views
Ambulan Desa (Amdes) Rejai
Ambulan Desa (Amdes) Rejai
Iklan Banner

Lingga, (MetroKepri) – AMDES (Ambulance Desa) pada awal pengajuan diperuntukkan memfasilitasi masyarakat Desa Rejai ketika dibutuhkan warga yang harus dirawat keluar Desa Rejai.

Tapi anehnya, AMDES tersebut diduga disalahgunakan. Pasalnya, terlihat seringnya dipergunakan untuk cateran dan seharusnya Amdes tersebut dikelola oleh kelompok yang dibentuk dan di SK kan.

Hal ini dikatakan oleh salah satu Pemuda Desa Rejai Rizal kepada awak media ini, Rabu (10/06/2020).

“AMDES tersebut saat ini dikelola oleh Kades sendiri, peranan Badan Permusawarah Desa (BPD) dipertanyakan sebagai pengawas kebijakan desa,” ujarnya.

Lanjut Rizal yang merupakan warga Kecamatan Bakong Serumpun sangat menyayangkan hal tersebut pasalnya diduga ada yang tak beres akan hal tersebut.

“Nampaknya kok kades kami sendiri yang mengelolanya seharusnya dibentuk tim,” Sebutnya.

Menurut Ijal sapaan pemuda Desa Rejai ini, pembelian ambulance tersebut menggunakan angaran dana desa (DD) tahun 2019.

“Bukan uang pribadi pak kades, kami sebagai masyarakat bingung dengan desa kami ini BPD seharusnya sebagai pengawas anggaran malah terkesan membiarkan saja kondisi ini para perangkat desa pun macam menghindar,” ungkapnya.

Ijal menduga semacam ada persekongkolan karena angaran yang di keluarkan tak sedikit diperkirakan Rp300 juta lebih dan itu pengadaan tahun 2019.

“Kami berharap ada jalan keluarnya demi masyarakat Desa Rejai. Kita menilai tak becus Kades Rejai ini pasal beliu selalu mengulur waktu dan rapat tadi siang pun tak ada solusinya sama sekali,” katanya dengan nada kesal.

“Seharusnya apa yang kami lakukan ini kan tugasnya BPD ini tak berpungsi sama sekali alias mati suri gimana mau maju kalau pemimpinnya macam gini,” pungkas Ijal.

Sementara itu, Kades Rejai Iwan saat dihubungi melalui ponselnya membantah tudingan pencarteran Amdes yang dilakukannya.

“Sampai saat ini tidak ada yang urus. Makanya saya yang kelola. Ada apa apa saya yang ditelpon warga kalau ada yang sakit atau melahirkan,” sebutnya.

Dia juga menegaskan bahwa Amdes tersebut merupakan inventaris untuk pelayanan kesehatan dan keperluan warga. Dan, bagi warga yang mau urus atau kelola dipersilahkan. (*)

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.