Tanjungpinang, (MK) – Panitia Workshop Jurnalistik Dinas Pendidikan Provinsi Kepri menegaskan, peserta yang mengikuti workshop jurnalistik ini semuanya berprofesi sebagai jurnalis di Kepri.
Akan hal itu, terkait adanya pemberitaan di salah satu media portal lokal yang memberitakan kalau peserta workshop yang diadakan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri selama tiga hari di Hotel Aston tersebut dihadiri oleh sopir taksi dan porter pelabuhan, tidak benar.
“Kan kalian semua tahu, bahwa yang masuk dan mengikuti workshop ini adalah wartawan di Provinsi Kepri dan bukan berprofesi lain, serta ditunjukkan data medianya yang valid,” papar Ketua Panitia Workshop Jurnalistik, Iwan Panggabean ST saat menyampaikan klarifikasi terkait berita tersebut.
Atas pernyataan itu, para peserta workshop yang merupakan jurnalis merasa tersinggung dan meminta penulis berita di media tersebut untuk hadir memberikan klarifikasi terkait penulisannya.
“Acara ini kan pesertanya jurnalis semua. Saya juga kecewa jika ada pendapat seperti itu. Tapi hak dia untuk menyatakan pendapatnya, ya terserah dia. Diberitanya juga disebutkan bahwa perwakilan AJI dan PWI tak hadir, tapi kenyataannya Ketua PWI Kepri dan Sekjen AJI sangat antusias menghadiri workshop ini,” ujar salah satu anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Darul.
Hal yang sama juga disampaikan, Niaga yang juga peserta workshop jurnalistik. Dia mengaku kecewa atas pemberitaan seperti itu dan menginginkan agar segera diselesaikan, sehingga tidak berlarut – larut.
“Selesaikan segera masalah ini, jika perlu segera klarifikasi kepada seluruh peserta yang hadir disini. Tentu kita tidak ingin ada pernyataan miring terhadap jurnalis dikemudian hari. Kita juga tidak ingin para wartawan malah terkotak – kotak,” katanya. (SYAIFUL AMRI)
