Disperindagkop: Belum Ada Beras Oplosan Mengandung Pemutih di Natuna

by -287 views
by
Ilustrasi kios pedagang beras
Ilustrasi kios pedagang beras
Ilustrasi kios pedagang beras
Ilustrasi kios pedagang beras

Natuna, (MK) – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Natuna, Helmi Yuda menyampaikan terkait beredarnya info beras oplosan yang berbahan pemutih dan pengawet hingga saat ini belum ditemukan di Natuna.

“Sampai saat ini belum ada temuan beras oplosan mengandung zat pemutih di Kabupaten Natuna. Namun, hal itu akan dipantau di lapangan untuk peredaran beras di Kabupaten Natuna,” papar Yuda, Jumat (14/7/2017).

Dugaan beredarnya beras oplosan di Natuna ini juga menjadi bahan pertimbangan para pelaku giat usaha di Natuna untuk dapat memperhatikan beras yang akan dijualnya. Tidak hanya memikirkan keuntungan semata.

Sementara itu, masyarakat Natuna mulai resah dengan maraknya kabar di media sosial dan media online terkait beredarnya beras oplosan bercampur bahan pemutih di Kabupaten Natuna.

Selain itu, info dugaan beredarnya beras dicampur bahan pemutih dan pengawet tersebut berasal dari postingan rekan wartawan di group (Whatsap) yang menyatakan beras akan berubah menjadi warna biru bila diteteskan Betadine kalau beras tersebut bercampur bahan pengawet dan akan berubah menjadi hitam bila dicampur dengan bahan pemutih.

Akan hal itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Natuna, Hikmad menjelaskan, bahaya dari bahan pemutih dan pengawet kalau dikonsumsi manusia yakni terutama bisa cepat terserang penyakit bermacam jenis kanker, seperti kanker hulu hati, kanker otak, kanker kulit dan bebagai jenis kanker lainnya.

“Kalau berasnya dioplos dengan plastik tentu saja tidak bisa dicerna. Respon cepat dari tubuh adalah diare dan bisa menyebabkan kanker dalam jangka waktu yang panjang,” ujarnya.

Hikmad menambahkan, terkait cara melakukan tes dengan menggunakan tetesan obat Batadine sebagai mana yang beredar di Medsos, itu belum bisa dipastikan keabsahannya. Namun masyarakat berharap pihak terkait terutama BPOM cepat bertindak agar masyarakat tidak resah dan khawatir untuk mengkonsumsi beras sebagai bahan pokok makanan sehari – hari.

Terkait hal itu. Kasatreskrim Polres Natuna, AKP Komarudin yang juga sebagai Ketua Satgas Pangan di wilayah Natuna mengaku  akan segera mengadakan audensi dengan pihak terkait untuk menangapi peredaran beras oplosan di Natuna.

“Dalam waktu dekat akan dilaksanakan rapat pembentukan Satgas Beras dan setelah pembentukan satgas tersebut akan dilakukan pengecekan ke lapangan,” ucapnya. (KALIT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.