
Natuna, (MK) – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Natuna menggelar sosialisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan tahun 2017. Sosialisasi yang diikuti oleh para kepala sekolah tingkat dasar dan pertama ini dilaksanakan selama dua hari yakni 24 – 25 Mei di Hotel Trend Central Jalan Pramuka – Ranai.
Acara itu juga dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Natuna, Marka Dj.
Dalam sambutannya, Marka Dj menyampaikan, kepala sekolah diharapkan mampu mengawasi kegiatan pembangunan dan rehab sekolah melalui anggaran Dana Alokasi khusus (DAK) ini.
“Kepala sekolah sebagai penangungjawab, harus sesuai administrasi untuk laporannya dan juga diawasi,” papar Marka Dj, Rabu (24/5/2017).
Hal senada juga disampaikan oleh PPTK sosialisai DAK, Azmi yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Sarana Prasana Pendidikan Dasar. Azmi mengatakan, pada tahun 2017 ini anggaran DAK untuk bidang pendidikan sebesar Rp1,416 miliar. Dana itu untuk rehabilitasi sedang bangunan sekolah.
“Ada enam sekolah tahun 2017. Tiga sekolah SD dan tiga sekolah menengah pertama (SMP),” ujarnya.
Regulasinya, kata dia, terdiri dari ketua tim dan bendahara dari unsur guru di sekolah, kepala sekolah sebagai penangungjawab dan komite sekolah menjadi pengawas.
“Pencairan dananya setelah sosialisasi DAK dan dibagi menjadi tiga tahapan. Pencairan tahap pertama sebesar 40 persen, tahap kedua 30 persen dan tahap ketiga 30 persen,” ucap Azmi.
Dia mengutarakan, enam sekolah yang direhab tahun 2017 yakni SMP 1 Bunguran Utara, SMP 1 Midai dan SMP 2 Bunguran Timur, SDN 01 Air Payang Pulau Laut, SDN 03 Midai dan SDN Harapan Rakyat.
Sedangkan, total anggaran DAK tahun 2017 ini, Dinas Pendidikan Natuna mendapat Rp3,2 miliar. Hal itu lebih kecil dari pada tahun 2016 lalu yang nilainya hampir mencapai Rp10 miliar.
“Tahun 2017, berdasarkan data Dapodik dari sekolah di seluruh Kabupaten Natuna mendapat Rp3,2 miliar. Provinsi menilai masih banyak sekolah di luar Natuna yang masih diutamakan pembangunannya,” katanya. (KALIT)
