Husnizar Kesal Atas Statemen Staf Khusus Gubernur Kepri

by -471 views
by
Wakil Ketua II DPRD Kepri, Husnizar Hood Saat Konferensi Pers. Foto NOVENDRA
Wakil Ketua II DPRD Kepri, Husnizar Hood Saat Konferensi Pers. Foto NOVENDRA
Wakil Ketua II DPRD Kepri, Husnizar Hood Saat Konferensi Pers. Foto NOVENDRA
Wakil Ketua II DPRD Kepri, Husnizar Hood Saat Konferensi Pers. Foto NOVENDRA

Tanjungpinang, (MK) – Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Husnizar Hood yang juga Sekretaris Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Kepri ini mengaku kesal atas statemen Staf Khusus Gubernur Kepri Ahars Sulaiman yang menyatakan ingin menarik nama Agus Wibowo dari pencalonan Wakil Gubernur Kepri.

Apalagi, penarikan itu membawa nama empat partai pengusung yakni Nasdem, PPP, PKB dan Gerindra dengan mengesampingkan Partai Demokrat.

“Sebagai seorang staff khusus Gubernur Kepri, Ahars Sulaiman tidak pantas mengeluarkan statemen seperti itu di media. Dia (Ahars) tidak memiliki kapasitas terkait proses pemilihan Wakil Gubernur Kepri,” papar Husnizar saat konfrensi pers bersama AMPK di Kedai Kopi Pelaut Jalan R.H. Fisabilillah Km 8 atas, Tanjungpinang, Rabu (13/9/2017).

Terkait hal itu juga, Husnizar menilai Ahars sama saja mengobok – obok Partai Demokrat.

“Saya sangat tidak akan diam bila partai kami diobok – obok. Padahal peran Partai Demokrat sangat strategis di partai pengusung Sanur,” ujarnya.

Padahal, masih kata Husnizar, pada 27 Desember 2016 lalu telah disepakati bersama ke lima partai pengusung Sani – Nurdin terkait pencalonan Wagub Kepri.

“Yang memimpin saat itu Nurdin Basirun, dihadiri oleh Ketua Partai Tingkat Provinsi Kepri seperti Apri Sujadi dan saya sebagai sekretaris Partai Demokrat, Sarafuddin Aluan dari PPP, Abdul Basid dari PKB hingga Rocky Daulay serta Raja Ariza sebagai Notulen. Tetapi, dari pengakuan Raja Ariza bahwa notulen dan absensinya hilang,” papar Husnizar.

Menurut Husnizar untuk menarik dua nama yang diajukan seperti Isdianto dan Agus Wibowo tidak boleh sembarangan, karena Panitia Pemilihan (Panlih) sudah terbentuk.

“Apakah seorang Ahars Sulaiman tidak mengerti aturan dan ini sama saja tidak menghormati Panlih DPRD Kepri. Biarkanlah dulu Panlih bekerja, bila memang ada kekurangan pasti dikembalikan,” ucapnya agak kesal.

Karena, kata Husnizar lagi, posisi Wagub Kepri sangat penting untuk membantu tugas Gubernur yang menurutnya tidak bisa bekerja sendiri.

“Dulu jabatan Wagub itulah yang dikejar – kejar oleh seorang Nurdin Basirun, termasuk mendaftarkan dirinya di Partai Demokrat. Jadi ia harus tahu dan hormati jabatan Wagub, bukan memperlambat proses ini,” katanya.

Dia mengemukakan, ada upaya untuk memperlambat pemilihan Wagub ini seperti halnya di Sumatera Utara dan Riau.

“Saya juga terus berkoordinasi dengan Pak Apri Sujadi selaku Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Kepri yang sekarang berada di Jatinangor, Kampus IPDN. Saya terus melaporkan situasi dan perkembangan disini,” ucapnya.

Selain itu, atas nama Partai Demokrat, Husnizar juga meminta penjelasan dari partai pengusung lainnya, bukan menyuruh PKB untuk menggugat.

“Saya tidak ingin berandai – andai bila memang terjadi penarikan nama Cawagub di Panlih DPRD Kepri. Mereka, terutama Gubernur Kepri yang juga selaku Ketua Nasdem Provinsi Kepri memberikan penjelasan ada apa, bukan melalui seorang Ahars Sulaiman,” pungkasnya. (NOVENDRA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.