Tanjungpinang, (MK) – Guna mengimplementasikan kegiatan dari hasil Focus Group Discussion (FGD), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Tanjungpinang melakukan kegiatan sosialisasi kepada para pedagang. Sosialisasi itu juga dilakukan dari lapak ke lapak pedagang di Pasar Pelantar KUD Tanjungpinang, Sabtu (5/5/2018).
“Jadi, dari hasil diskusi dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang kemarin yang salah satunya harus sering sosialisasi ke masyarakat, badan usaha, para pedagang, kami langsung realisasikan masukan dari diskusi kemarin,” papar Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang, Hj. Rini Suryani SE,MM.
Rini menyampaikan sosialisasi kali ini khusus menyasar para pedagang yang ada di pasar agar mengetahui secara langsung program dari BPJS Ketenagakerjaan.
“Bagi pekerja atau pedagang yang ikut 3 program BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan souvenir cantik,” ujarnya.
Ia mengutarakan semenjak dikeluarkannya Undang – Undang Nomor 24 tahun 2011, BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan 4 program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun.
“Khusus untuk pekerja di sektor informal atau bukan penerimah upah sampai dengan saat ini baru bisa ikut 3 program yaitu Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian dan Jaminan Hari Tua,” ucapnya.
Untuk sektor informal, kata Rini, di Kota Tanjungpinang baru 5.000 pekerja yang terdaftar dari 20 ribuan lebih.
“Jadi BPJS Ketenagakerjaan menghimbau kepada para nelayan, pedagang, petani, tukang ojek, buruh harian mari mendaftar program BPJS Ketenagakerjaan,” imbaunya.
Masih kata Rini, iuran yang dibayarkan per bulan setiap pekerja hanya Rp16.800 dan jika ingin ikut Jaminan Hari Tua tambah Rp20.000 sehingga totalnya Rp36.800.
“Sampai dengan pukul 10.00 WIB ini, jumlah pedagang yang terdaftar baru 38 orang dan terus bertambah. Diharapkan, semua pedagang di Pelantar KUD semuanya dapat menjadi peserta,” katanya. (RUDI PRASTIO)
