Tanjungpinang, (MK) – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Kepulauan Riau, Yatim Mustafa menyebutkan, dengan kondisi anggaran yang terbatas saat ini, pihaknya akan melakukan musyawarah dengan pihak SMA/ SMK dan akan mempersiapkan rencana pembiayaan insentif guru kedepannya.
“Sekarang, yang jadi persoalan adalah masing – masing daerah memberikan tunjangan yang berbeda, Sedangkan provinsi hanya memberikan tunjangan insentif yang jumlahnya Rp80 miliiar itu. Makanya kita mau dudukan ini bersama SMA/ SMK,” ucap Yatim kepada MetroKepri.co.id usai melepas peserta jalan santai, Minggu (1/5).
Dia mengutarakan, dengan 2500 guru yang ada di Provinsi Kepri, pihaknya harus melihat terlebihdahulu kecukupan anggarannya.
“Ini kan otonomi daerah, tergantung kekuatan APBD. Jadi nanti usai diserahterima ke provinsi, maka guru – guru harus berlapang dada dulu selama satu tahun,” katanya.
Selama satu tahun ini, pihaknya mengatur dulu manajemen kekuatan itu bersama.
“Oktober nanti, guru SMA/ SMK mulai kita ambil. Untuk guru saja dulu, sarana masih tetap jalan dan tahun 2017 nanti harus penuh,” ucapnya. (RUDI PRASTIO)
