Tanjungpinang, (MK) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat indeks pembangunan manusia (IPM) Provinsi Kepri terus mengalami kemajuan selama periode 2011 hingga 2017.
“IPM Kepulauan Riau meningkat dari 71,61 pada tahun 2011 menjadi 74,45 pada tahun 2017,” papar Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik Provinsi Kepri, Zunadi di ruang Vcon BPS Kepri, Senin (07/05/2018).
Ia mengutarakan selama periode tersebut IPM Kepulauan Riau rata – rata tumbuh sebesar 0,65 persen per tahun, pada periode 2016 – 2017 IPM Kepri tumbuh 0,62 persen.
“Pertumbuhan pada periode tersebut sedikit meningkat bila dibandingkan dengan kenaikan pada periode 2015 – 2016 yang tumbuh sebesar 0,33 persen,” ujarnya.
Zunadi menjelaskan IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia.
“IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya,” kata Zunaidi.
IPM dibentuk oleh tiga dimensi dasar yaitu umur panjang dan hidup, pengetahuan, dan standar hidup layak. Masih kata dia, umur panjang dan hidup sehat digambarkan oleh umur harapan hidup saat lahir yaitu jumlah tahun yang diharapkan dapat dicapai oleh bayi yang baru lahir untuk hidup, dengan asumsi bahwa pola angka kematian menurut umur pada saat lahir sama sepanjang usia bayi.
Kemudian, pengetahuan diukur melalui indikator rata – rata lama sekolah dan harapan lama sekolah. Rata – rata lama seolah adalah rata – rata lamanya penduduk usia 25 tahun keatas dalam menjalani pendidikan formal. (RUDI PRASTIO)
