Kasus HIV Masih Tinggi, Dinkes Tanjungpinang Terus Lakukan Penyuluhan

by -138 views
Kadinkes Dalduk dan KB Kota Tanjungpinang, Rustam
Kadinkes Dalduk dan KB Kota Tanjungpinang, Rustam
Tanjungpinang, (MetroKepri) – Kasus HIV ternyata yang dihimpun awak media ini melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Kadinkes PP-KB) Kota Tanjungpinang masih cukup tinggi. Pasalnya, tercatat 117 HIV baru ditemukan selama tahun 2018, 63 diantaranya pada stadium AIDS.

“Tetapi temuan tersebut menurun dari total kasus HIV sejak tahun 2009 sebanyak 1.071, 534 diantaranya ditemukan pada stadium AIDS,” kata Kadinkes PP-KB, Rustam Senin (3/12/2018) lewat pesan WhatsApp.

Rustam menjelaskan, banyaknya kasus HIV yang ditemukan pada stadium AIDS  membuat upaya untuk menekan angka kematian pada ODHA menjadi tidak mudah. Sekurangnya 352 telah meninggal sejak tahun 2009, 26 diantaranya meninggal pada 2018.

“Padahal Dinkes PPKB Kota Tanjungpinang telah bertekad semaksimal mungkin untuk mencegah kasus baru HIV dan kematian di kalangan ODHA ini,” ujarnya.

Lanjut Dia, diantara upaya yang dilakukan adalah dengan menggiatkan kampanye Aku Bangga Aku Tahu di kalangan para pelajar. Dengan tahu cara penularan HIV diharapkan para pelajar dapat melakukan pencegahan untuk diri mereka sendiri dan teman-temannya.

“Kalangan usia muda memang cukup beresiko tertular HIV. Setidaknya 10 dari 117 pengidap HIV tahun 2018 adalah dari kelompok usia 15-24 tahun. Sedangkan 102 orang dari kelompok usia 25-49 tahun dan 3 orang dari kelompok usia lebih 50 tahun,” papar Rustam.

Rustam menambahkan, untuk anak di bawah usia 4 tahun jumlah HIV positif yang ditemukan pada 2018 ada 2 anak. Biasanya merupakan penularan dari Ibu ke anak.

“Untuk mencegah penularan dari Ibu ke anak ini, Dinkes kota Tanjungpinang terus menggiatkan skrining pada ibu hamil. Pada 2018 berhasil diskrining 3.230 ibu hamil dan ditemukan positif HIV sebanyak 9 orang. Bagi yang positif langsung diberikan anti retroviral virus sehingga diharapkan anak yang dilahirkan nanti nya bisa bebas dari HIV,” terangnya.

Akan hal tersebut, Rustam sangat prihatin dengan kasus HIV baru yang masih tinggi ini. Dia mengajak semua pihak agar melakukan upaya pencegahan bersama-sama untuk langkah awalnya.

Kedua, untuk mengetahui status kesehatan kita, marilah bersama sama melakukan skrining HIV, karena hanya dengan testinglah kita mengetahui status HIV kita negatif atau positif.

Ketiga, bagi yang positif tetaplah optimis, bahwa kita tetap dapat hidup sehat dan produktif sepanjang melakukan terapi yang benar dan berkelanjutan sedini mungkin.

Keempat, terhadap ODHA hendaklah bersilkap wajar dan jangan mendiskriminasi. Tapi, berilah dukungan.

“Kelima, berinteraksi dengan ODHA, jangan takut tertular. Karena virus HIV tidak menular melalui sentuhan, keringat maupun berbagi makanan. HIV hanya menular melalui cairan kelamin dan darah,” himbau Rustam.

Diketahui, pada hari AIDS Sedunia 2018 ini Dinkes bersama KPA mengagendakan sejumlah kegiatan antara lain : dialog interaktif di RRI pada Jumat 30 November 2018 lalu, aksi simpatik pembagian media KIE dan edukasi di Laman Bunda, Minggu (2/12/2018) dan acara puncak berupa senam bersama, penyuluhan, survei pengetahuan komprehensif bagi mahasiswa dan layanan konseling/testing HIV di Stisipol Raja Ali Haji pada besok pagi Selasa (4/12/2018).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.