Lingga, (MK) – Penyerahan percetakan sawah tahun 2017 oleh TNI AD disertai dengan penyerahan Saprodi Dana untuk Kelompok Tani (Poktan), melalui Kabid Dinas Pertanian Kabupaten Lingga yang diakhiri dengan acara syukuran panen perdana masyarakat Kelompok Tani Resang, di halaman rumah Zailani di lokasi percetakan sawah Kampung Mesrai Desa Resang, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, Minggu (21/01/18).
Kegiatan penyerahan cetak sawah kepada masyarakat Kelompok Tani (Poktan) Desa Resang tersebut turut hadir Kapten Inf Herwansyahputra, Danramil 04 Dabo Singkep beserta jajarannya. Iptu Hasbi Lubis, Kapolsek Dabo Singkep. Hanafi, Kades Resang. AKP Hendrik Supriyanto, Kasat Intelkam Polres Lingga. Joko, Kabid Pertanian. Serda Simbolon, Babinsa Desa Resang. Maijir, Ketua LAM Singkep Selatan. Muhamad Saman, Camat Singkep Selatan serta para Poktan, Toga, Tomas, dan dihadiri sekitar 50 orang tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Resang Hanafi menyampaikan dengan adanya acara yang dilakukan saat ini, dirinya berharap agar para petani yang ada di Desa Resang ini bisa menyampaikan apa saja yang diperlukan dalam mengelola sawah ini nantinya.
“Saya juga ingin menyampaikan terlaksananya kegiatan acara syukuran sekarang ini berkat sumbangsih dari kelompok tani Desa Resang,” papar Hanafi.
Dikesempatan itu, Kepala Bidang Pertanian Lingga, Joko mengatakan untuk bantuan Saprodi tahun ini didistribusikan melalui rekening kelompok tani (Poktan). Per hektarnya di berikan Rp2 juta dan uang itu digunakan sebagai untuk keperluan bersawah dalam membeli benih, kapur dolenoid, urea, NPK, Regent dan untuk target cetak sawah Resang menjadi 186 hektar ditambah lagi Marok Kecil 70 yang total jumlahnya 256 hektar di tahun 2017 ini.
“Menurut pantauan, sangat lebih bagus jika dibandingkan dengan percetakan sawah 2016 lalu,” ujar Joko.
Selain bantuan Saprodi ini, pihaknya juga didukung oleh mahasiswa magang dari Universitas Malang selama tiga bulan untuk membantu masyarakat Poktan bersawah.
Masih kata dia, jika dana Saprodi yang disalurkan melalui rekening Ketua Poktan ini tidak habis digunakan (masih tersisa), maka dananya akan dikembalikan ke dalam Kas Negara.
“Kami juga dapat informasi, dari pihak provinsi sudah menyiapkan penyuluh pertanian yang nantinya diturunkan ke Desa Resang dan juga kita akan membuat sumur bor di empat titik agar memudahkan kita dalam pengairan untuk tanaman. Karena prioritas dari pemerintah saat ini adalah, padi, jagung dan kedelai,” ucapnya.
Menanggapi beberapa pertanyaan Poktan, Kades, dan Camat Singkep Selatan, Joko menyampaikan untuk Desa Resang mesin air sudah ada, tinggal ambil dikantornya kapan saja mau diambil.
“Untuk mesin penggilingan padi, kami juga sudah mengajukan ke Kementerian Pertanian RI pada Anggaran APBD 2019 nanti. Untuk sumur bornya, dalam waktu dua bulan ini akan kita bikin, karena sangat dikhawatirkan ada temuan dalam penggunaan anggaran jika kelamaan,” katanya.
Diakhir kegiatan, Danramil 04 Dabo Singkep, Kapten Inf Herwansyahputra mengatakan untuk percetakan sawah tahun 2016 kemarin pihaknya sudah mencetak sebanyak 55 hektar. Memang Poktan masih banyak mengalami kesulitan disebabkan kondisi percetakan sawah masih belum maksimal.
“Maka, untuk tahun 2017 kita sangat pro aktif membantu Poktan membereskan semua kesulitan di tahun 2016 lalu. Sekarang walau belum sesuai dengan harapan, namun kesulitan selama ini bisa kita atasi dan semua jerih payah bapak – bapak dan ibu – ibu selama ini sudah ada hasilnya sesuai panen perdana akhir tahun 2017 kemarin. (NAZILI)
