
Natuna, (MK) – Guna meningkatkan ketersedian sandang pangan di Kabupaten Natuna, Kodim 0318 Natuna tahun ini melaksanakan program penanaman padi seluas 132 hektare.
Hal ini juga dalam rangka mendukung Nawacita Presiden Joko Widodo yang didukung Panglima TNI Jendral Gatot N memberikan arahan kepada jajaran TNI AD untuk meningkatkan ketersedian sandang pangan.
Dalam hal ini, Kodim 0318 Natuna membantu ketahanan pangan dengan perluasan sawah di Kabupaten Natuna yang terbagi dalam tiga wilayah yakni Kecamatan Bunguran Tengah, Batubi Jaya dan Bunguran Utara.
Selain itu, acara panen padi yang digelar di Desa Gunung Putri Kecamatan Batubi Jaya, Kamis (19/1) turut dihadiri oleh Asisten II Pemkab Natuna Dra. Abdulah, Sekretaris Pertanian Sadria S. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sri Hariningsih, Badan Pusat Statistik, FKPD, Persit Kodim 0318, Bank Mandiri dan para Petani Kecamatan Batubi Jaya.
Komandan Distrik Militer 0318 Natuna, Letkol Infantri Ucu Yustiana melalui Kepala Staf Distrik Militer (Kasdim) 0318 Natuna, Mayor Oki Fikriansyah menyampaikan, panen perdana padi di wilayah Desa Gunung Putri seluas 5 hektare dari total keseluruhan 11 hektare.
“Berdasarkan perhitungan dari Badan Pusat Statistik yang baru saja dihitung, hasil panen mencapai 3,2 ton/ hektare merupakan hasil yang baik,” ujar Mayor Oki.
Kodim 0318 Natuna juga bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Pertanian dan Petani telah terjalin kordinasi yang baik untuk program perluasan sawah.
“Terima kasih untuk Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Pertanian dan para Petani. Mari kita jadikan panen perdana di Desa Gunung Putri ini sebagai bahan evaluasi agar bisa mencapai hasil yang lebih baik lagi,” ucapnya.
Mayor Oki juga menegaskan, untuk di tahun 2017 ini terjadi perubahan dimana pada tahun 2016 lalu pekerjaan konstruksi perluasan sawah dilaksanakan oleh Direktorat ZENI TNI AD. Kini dilakukan Komandan Resort Militer (Korem) 033 WP Kepri dengan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0318 Natuna sebagai Kepala Lapangan untuk program perluasan sawah di Natuna.
Sedangkan untuk tahun 2017, akan segera dibuka lahan perluasan sawah 100 hektare di Klarik Utara dan Klarik di wilayah Kecamatan Bunguran Utara.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Natuna, Tengku Fauzan Tambusai melalui Sekretaris Dinas Pertanian Natuna, Sadria menyampaikan, jangka waktu pelaksanaan perluasan sawah mulai Januari sampai Desember 2016 dengan total biaya yang diperlukan dua miliar dua ratus dua belas juta rupiah dari APBN 2016.
“Lokasi kegiatan perluasan sawah dilaksanakan di beberapa desa, diantaranya Desa Tapau seluas 28 hektar, Desa Air Lengit seluas 7 hektar, Desa Batubi Jaya seluas 86 hektar dan Desa Gunung Putri seluas 11 hektar,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Suka Maju, Sarbini menyampaikan, benih padi yang ditanam merupakan bibit unggul dengan model variatas sito bagindit. Dimana padi bisa hidup di wilayah darat dengan hasil menjadi beras pulen.
“Berhubung pengairan irigasi belum maksimal dari embung yang telah tersedia dan mulai memasuki musim kemarau, maka benih padi dipakai untuk yang bisa hidup di darat,” ujarnya.
Sedangkan untuk hasil panen, petani dapat menjual langsung dengan harga sesuai pasaran dengan kualitas beras yang bagus. (KALIT)
