
Natuna, (MK) – Komando Distrik Militer (Kodim) 0318 Natuna melakukan rapat kordinasi Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahun 2017 di Aula Makodim 0318, Selasa (28/3/2017).
Dalam rapat itu turut hadir Asisten III Pemkab Natuna, Izwar Aspawi, Ketua DPRD Natuna Yusripandi, Anggota DPRD Natuna Wan Sofian, Yohanis, Kadis Kominfo Natuna, Raja Darmika dan sejumlah camat serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam sambutan Bupati Natuna yang diwakili Asisten III Izwar Aspawi menyampaikan sangat mendukung kegiatan yang dilakukan TNI AD yang selama ini telah berjalan dengan baik.
Seperti agenda TMMD tahun ini dilakukan di dua kecamatan yakni Kecamatan Bunguran Utara dan Barat. Kegiatan tersebut diharapkan dapat berdampak positif bagi perkembangan dan kemajuan daerah.
“Pemerintah sangat berterimakasih dan mendukung, semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar,” paparnya.
Dikesempatan itu, Dandim 0318 Natuna Letkol Inf Ucu Yustiana menyampaikan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi ditingkat pusat, provinsi dan ditindaklanjuti dengan kabupaten kota. Kegiatan ini untuk membuka akses di daerah terpencil sekaligus membangun desa bersama masyarakat.
“Kegiatan ini juga yang ketiga kalinya dilaksanakan di Natuna yakni di Kecamatan Midai, Serasan, Bunguran Utara dan Kecamatan Bunguran Barat. Kami berharap adanya saran dan masukan dari Pemkab Natuna terkait kegiatan ini agar dapat berjalan lancar dan tepat waktu,” ujar Dandim.
Dandim mengutarakan, selain pekerjaan fisik berupa pembukaan jalan sepanjang 5,126 kilometer, renovasi sekolah dan MCK juga disertai kegiatan non fisik, penyuluhan narkoba dan kegiatan sosial, sunat massal.
“Ini dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, serta kegiatan hiburan, pemutaran film di Klarik dan Bazar di Desa Klarik. Kegiatan TMMD ini akan dimulai pada 5 April hingga 14 Mei 2017 mendatang,” ucapnya.
Dia mengemukakan, pemerintah juga mengalokasikan dana Rp1 miliar dari APBD Natuna tahun 2017. Hal itu juga untuk menunjang kegiatan dan didukung dari anggaran Mabes TNI AD.
Sementara itu, pada sesi tanyajawab, Dusun Segeram jadi sorotan karena daerah tertinggal dalam semua bidang, baik pembangunan maupun SDM – nya. Bahkan dalam agenda itu, perwakilan dari Segeram mengaku Pemda seakan menganaktirikan daerah tersebut.
Untungnya, TMMD kali ini memfokuskan kegiatan di Segeram, sehingga pemerataan pembangunan bisa dinikmati meski masih jauh tertinggal. Semoga dengan adanya kegiatan ini, pemerintah dapat lebih memperhatikan dusun Segram, sehingga tidak ada yang terlupakan. (KALIT)
