Komisi IV DPRD Batam Gelar Rapat Terkait Tindakan Kasus Pornografi

by -125 views
Suasana Rapat Komisi IV DPRD Batam
Suasana Rapat Komisi IV DPRD Batam

Batam, (MetroKepri) – Saat ini Kota Batam darurat anak, hal itu dikarenakan banyaknya kasus pencabulan, pornografi anak dibawah umur, tindakan kriminal serta kekerasan terhadap anak dibawah umur.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Komisi IV DPRD Kota Batam melakukan Rapat Dengar Pendapat (RPD) bersama stakeholder terkait, diantaranya adalah bersama Kadis DP3AP2KB, Dirreskrimum (PPA) dan Ketua KPPAD Batam, Rabu (10/2/2021).

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Aman mengatakan Batam untuk kota layak anak saat ini masih menjadi pertanyaan dan sebuah PR yang sangat besar bagi semua pihak.

Semangat dari semua stakeholder harus ditangkap oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam, dalam hal ini adalah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Peran ini harus betul-betul dimainkan, karena anak itu adalah generasi penerus kita dan calon pemimpin dimasa akan datang. Kita hari ini sepakat bahwa Batam darurat anak,” ucap politisi PKB itu saat menyampaikan kegiatannya.

Menurut Aman, untuk solusinya semua stakeholder dan terutama Pemko Batam dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak harus bisa mengatasinya.

“Anak itu menjadi penyejuk hati dan jiwa, anak juga bisa menjadi ujian bagi orang tua. Oleh karena itu orang tua juga harus betul-betul memperhatikan anaknya agar selamat dunia dan akhirat,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Dhani Catra Nugraha mengatakan permasalahan anak yang terjadi di Batam saat ini sangat memprihatinkan, sebab anak-anak di Batam saat ini sudah sedemikian jauh pola pemikirannya dan tindakannya.

Dari data yang dimilikinya, kekerasan terhadap anak dibawah umur bukan hanya banyak terjadi di Kota Batam, namun Kepri cukup banyak terjadinya. Baik itu korban pencabulan, pemerkosaan dan tindak pidana lainnya.

“Anak-anak yang berhadapan dengan hukum cukup banyak terjadi, seperti yang kita tangani baru-baru ini adalah pornografi terhadap anak,” ujarnya.

Dijelaskan Dhani, selama 2020 lalu kasus terhadap anak di Kota Batam meningkat drastis, yakni kasus yang ditangani oleh Ditreskrimum Polda Kepri ada ratusan kasus, bahkan korbannya juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kasus yang mendominasi adalah kasus pencabulan dan persetubuhan anak. Kalau kasus pencurian itu relatif karena mereka sebagai pelakunya. Jadi kasus yang paling banyak itu adalah pencabulan dan persetubuhan,” katanya (*)

Penulis : Rosjihan Halid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.