Tanjungpinang, (MetroKepri) – Koordinator Dewan Pendiri Musyawarah Nasional (Munas) Persatuan Mahasiswa Tanjungpinang se-Indonesia Aditya Saputra menyatakan bahwa ada surat penolakkan Munas “Bodong” yang beredar di tengah-tengah masyarakat.
Hal ini dikatakannya kepada awak media ini, Senin (09/03/2020) pagi.
“Kenapa saya bilang Bodong, karena Munas tersebut akan dilaksanakan hari ini sekitar pukul 14.00 wib siang,” ujarnya menjelaskan.
Lebih jelas dikatakan Adit sapaan akrabnya Aditya Saputra ini, Dengan beredarnya surat penolakan Munas yang ditandangani oleh dua ketua daerah Ikatan Mahasiswa Tanjungpinang, bahwasannya surat itu bersifat tidak sah (BODONG).
“Karena, pada salah satu poin surat tersebut menyatakan hasil diskusi forum. Diakusi dan Forum merupakan tatap muka dan secara dokumentas tidak ada,” terangnya.
“Dan, itu Hoax” tambahnya menegaskan.
Lanjut Adit, Munas diumumkan pada tanggal 17 Februari 2020. Sementara surat keluar pada tanggal 13 Februari 2020. Sedangkan forum diskusi baru terbentuk dan sudah memiliki sekretariat.
“Terindikasi surat ini dibuat secara cepat atas dasar kepentingan seseorang,” sebutnya.
Denag tegas, Adit menyatakan bahwa Munas tetap diadakan pada hari ini dan delegasi yang akan ikut serta yaitu dari Pekanbaru, Jogya, Bandung, Banten, Depok dan Tanjungpinang.
Menurut Adit, alasan penundaan tidak masuk logika karena membicarakan tentang anggaran.
“Diharapkan kepada seluruh elemen yang bergabung agar menjaga suasana tetap kondusif agar Munas berjalan dengan lancar hari ini,” ungkapnya. (*)
Penulis: Novendra
