Oleh : DITA RAHMA DANI
Mahasiswi Administrasi Publik STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang
Opini, (MetroKepri) – Musim kemarau yang terjadi saat ini berdampak terhadap masalah air bersih di Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan.
Hal itu membuat masyarakat terbebani. Karena, kekeringan yang terjadi akibat musim kemarau tentunya akan berpengaruh terhadap ketersediaan air bersih. Tidak hanya menyurutkan sumber air bersih untuk kebutuhan pangan, tetapi juga berpengaruh terhadap faktor lain seperti industri dan lingkungan pertanian.
Air bersih dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti untuk memasak, mencuci dan lainnya. Di sektor industri, air bersih digunakan untuk kebutuhan pabrik air minum. Dan di lingkungan pertanian, air dibutuhkan untuk menyiram lahan pertanian.
Dalam hal pertanian ini, jeritan para petani sayur pun semakin memilukan. Walaupun tidak harus menggunakan air bersih untuk menyiram tanaman, tetapi kekeringan yang terjadi mengakibatkan pasokan air yang ada berkurang. Sehingga berpengaruh pada lahan dan tanaman sayur para petani.
Nantinya hasil tanaman sayur pun kurang maksimal. Atau bisa jadi tanaman akan layu dan mati. Tempat pengambilan air juga mempengaruhi. Beberapa petani memiliki sumber air yang sama untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Jika sumber air bagian atas dibendung oleh petani lain untuk menyiram, maka petani lainnya yang sumber airnya di bawah hanya akan mendapat sedikit bagian untuk menyiram.
Sedangkan, sumur yang ada hanya memiliki ketersediaan air tidak mencukupi. Warna air yang keruh juga tidak menjamin untuk digunakan kebutuhan sehari – hari. Sehingga masyarakat membeli drum air bersih dengan harga sekitar 75 ribu per drum dengan isi 200 liter.
Satu drum air bersih dihabiskan dalam 2-3 hari untuk memasak dan mandi. Untuk menghemat air bersih, masyarakat mencuci menggunakan air sumur yang ada. Masyarakat yang tetap menggunakan air sumur untuk memenuhi kebutuhan air minum, akan menyaring air terlebih dahulu. Meski disaring, belum tentu air tersebut layak digunakan. Tidak jarang, masyarakat membeli air kemasan galon untuk minum.
Air bersih merupakan air yang digunakan masyarakat untuk keperluan sehari-hari dan akan mengkonsumsinya setelah dimasak terlebih dahulu. Sebagai batasannya, air bersih adalah air yang memenuhi persyaratan bagi sistem penyediaan air minum.
Adapun persyaratan yang dimaksud adalah persyaratan dari segi kualitas air yang meliputi kualitas fisik, kimia, biologi dan radiologis, sehingga apabila dikonsumsi tidak menimbulkan efek samping (Ketentuan Umum Permenkes No.416/ Menkes/ PER/ IX/ 1990).
Dwijosaputro (1981), air merupakan zat yang mutlak bagi setiap makhluk hidup dan kebersihan air adalah syarat utama bagi terjaminnya kesehatan.
Menurut Soewarno (2002 : 10) Khusus untuk minum diisyaratkan tidak mengandung bakteri pathogen dan non pathogen. Apabila air yang digunakan mengandung bakteri Ecoli, maka akan menimbulkan beberapa penyakit antara lain diare, disentri, kolera, cacingan, demam berdarah, hepatitis dan malaria.
Air bersih biasanya dikaitkan dengan sanitasi. Sanitasi yaitu salah satu komponen dari kesehatan masyarakat. Sanitasi yang kita ketahui merupakan suatu usaha untuk membina dan menciptakan suatu keadaan yang baik di bidang kesehatan, terutama kesehatan masyarakat.
Tetapi pengertian sanitasi secara rinci adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia.
Sanitasi juga adalah sesuatu cara untuk mencegah berjangkitnya suatu penyakit menular dengan jalan memutuskan mata rantai dari sumber. Atau sanitasi merupakan usaha kesehatan masyarakat yang menitikberatkan pada penguasaan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi derajat kesehatan (Azwar,1990). (http://nurulkhaifa.blogspot.com/2016/12/air-bersih-dan-sanitasi.html?m=1).
Adapun upaya yang dapat kita lakukan untuk mengatasi atau mengantisipasi kekeringan air bersih saat ini maupun dikemudian hari yaitu;
Pertama, melakukan pertolongan alternatif dengan sedekah air bersih. Dibandingkan dengan kelompok atau masyarakat yang berfinansial cukup, mereka yang kekurangan cenderung terbebani biaya besar untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Jika kekeringan melanda, sumber-sumber air dengan jarak dan biaya terjangkau akan menipis. Akhirnya, masyarakat terpaksa mengeluarkan dana lebih, atau bahkan mengonsumsi air yang kualitasnya lebih buruk.
Karena itulah, bantuan air bersih dari sesama merupakan pertolongan yang mulia. Cara bersedekah pun beragam. Bisa dengan memberikan air minum secara langsung, maupun memberi bantuan untuk mengambil langsung di sumur yang memiliki mata air. Karena air begitu penting bagi kehidupan, memberikan atau memudahkan akses air bersih kepada makhluk hidup sama dengan merawat kehidupan itu sendiri. Sekecil apa pun bantuan kita, akan memberikan keringanan bagi mereka yang membutuhkan.
Kedua, menanamkan gagasan pentingnya air bersih sejak dini. Poin ini juga merupakan tindakan penyuluhan, hanya saja lebih menjurus kepada anak-anak yang berusia lebih muda. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menggaet atau bekerjasama dengan sekolah-sekolah untuk terus mengingatkan para siswa. Tema-tema kesehatan, lingkungan, dan peduli sosial diangkat menjadi salah satu materi pembelajaran.
Dengan terlibatnya para generasi muda, kita bisa lebih antisipatif terhadap masalah air bersih di masa depan.
Dan ketiga, gunakan air sesuai kebutuhan. Air adalah bagian yang terpenting dalam hidup kita, karena apapun yang kita lakukan mulai bangun tidur tidak lepas dari air untuk berbagai keperluan. Namun, hati-hati dalam menggunakan air. Bukan hanya air yang terlihat bersih saja tetapi kita harus mengutamakan kualitas air tersebut agar dapat bermanfaat bagi kesehatan diri dan lingkungan.
Air bersih dan sanitasi merupakan unsur terpenting yang menentukan kelangsungan hidup, kondisi kesehatan dan martabat manusia. Dan di musim kemarau kekeringan ini, walaupun ketersediaan air bersih tidak mencukupi, kita harus tetap mengutamakan air yang bersih untuk air minum sesuai sanitasi. Sebab air mempunyai peranan yang penting sebagai indikator dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat. (*)
