Tanjungpinang, (MK) – Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah SH melakukan peninjauan proses kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) bagi siswa – siswa baru SMAN 5 Tanjungpinang, Rabu (20/7).
Pada peninjauan itu, Lis juga memberi motivasi kepada seluruh Siswa – Siswi SMA Negeri 5 tahun ajaran 2016 – 2017, di Gedung Auditorium SMA Negeri 5 Tanjungpinang.
Dalam memotivasi siswa, Lis berharap, siswa – siswi baru SMA Negeri 5 angkatan 2016 adalah angkatan yang dapat memberi berubahan serta menjadi angkatan yang dapat mencetak prestasi bagi SMA Negeri 5 nantinya.
“Siswa angkatan tahun 2016 ini harus memiliki pola fikir yang kreatif dalam berinovasi, karena orang yang memiliki pola fikir yang kreatif akan menjadi orang yang sukses kedepannya,” papar Lis.
Lis mengutarakan, pemerintah juga selalu memikirkan bagaimana kedepanya SMA yang ada di lingkungan Kota Tanjungpinang dapat memiliki kualitas setara dengan SMA ungulan yang ada sekarang ini khususnya SMA Negeri 5.
“Pada dasarnya, semua SMA itu sama, akan tetapi yang membedakan terletak pada anak – anak yang ada didalamnya. SMA unggulan memiliki anak – anak yang tekun, memiliki kreatifitas yang baik serta tem work yang kuat,” ujar Lis.
Lis mengemukakan, dirinya juga memiliki kewajiban dalam melahirkan calon – calon pemimpin yang berprestasi dan kreatif. Oleh karena itu, Lis sangat mengharapkan siswa – siswi SMAN 5 ini dapat menjadi angkatan yang dapat memberikan perubahan dan mampu bersaing dengan SMA lainnya serta memiliki kreatifitas.
“Hal yang kreatif itu dapat kita ciptakan. Saya yakin adik – adik sekalian memiliki intelligent yang baik serta mampu untuk itu. Jangan sampai nantinya angkatan ini malah menjadi dibawah angkatan sebelumnya,” ucap Lis.
Menurut Lis, untuk menjadi sukses harus memiliki cita – cita. Kalau bisa, jangan bercita – cita untuk menjadi PNS.
“Bercita – citalah bagaimana kita dapat menghidupkan jiwa enterpreneur yang kreatif,” katanya.
Lis menyampaikan, jika ingin bertanyajawab atau berkonsultasi tentang apa saja atau tentang berinovasi apa saja dengannya, dan jika ada guru yang jarang masuk juga dapat memberitahunya langsung.
“Kita harus dapat membangun komunikasi yang baik dalam berbagai hal dan komunikasi itu tidak ada batasannya,” imbuhnya. (ALPIAN TANJUNG)
