Tanjungpinang, (MK) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat indeks harga konsumen (IHK) gabungan 2 kota IHK di Provinsi Kepulauan Riau pada Maret 2018 mengalami kenaikan indeks dari 133,04 pada Februari 2018 menjadi 133,31 pada Maret 2018 ini atau terjadi inflasi gabungan sebesar 0,21 persen.
Inflasi tahun kalender (Januari s.d Maret 2018) sebesar 1,05 persen. Laju inflasi ‘year on year’ (Maret 2018 dibanding dengan Maret 2017) gabungan tercatat sebesar 5,05 persen.
Kepala BPS Kepri Panusunan Siregar menyampaikan dari 23 kota IHK di Sumatera, tercatat 19 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi.
“Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tembilahan sebesar 1,38 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Dumai sebesar 0,02 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Lhoksumawe sebesar 0,25 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 0,05persen,” papar Panusunan melalui release BPS Kepri, Senin (02/04/2018).
Dia mengutarakan, Kota Batam dari 20 kota yang mengalami inflasi di Sumatera menduduki peringkat ke 14 sedangkan Kota Tanjungpinang dari 4 kota yang mengalami deflasi di Sumatera menduduki peringkat ke 2. Selanjutnya bila dilihat dari 82 kota IHK, tercatat 57 kota mengalami inflasi dan 25 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura sebesar 2,10 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Sumenep sebesar 0,01 persen. Deflasiteringgiterjadi di Kota Tualsebesar 2,30 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Bulukumba sebesar 0,01 persen.
“Kota Batam dari 57 kota yang mengalami inflasi se – Indonesia menduduki peringkat ke 27 sedangkan Kota Tanjungpinang dari 25 kota yang mengalami deflasi se – Indonesia menduduki peringkat ke 11,” ujarnya.
Sementara, dari 339 komoditas yang menyusun inflasi Kota Batam, 61 komoditas mengalami kenaikan harga dan 45 komoditas mengalami penurunan harga. Sedangkan untuk Kota Tanjungpinang, dari 341 komoditas yang menyusun inflasi, sebanyak 36 komoditas mengalami kenaikan harga dan 31 komoditas mengalami penurunan harga.
Dari tujuh kelompok pengeluaran barang dan jasa yang menyusun Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan 2 kota di Kepulauan Riau Maret 2018, Inflasi gabungan dua kota IHK di Kepulauan Riau disebabkan oleh kenaikan indeks lima kelompok yang menyusun inflasi gabungan dua kota IHK di Kepulauan Riau, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,94 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,19 persen.
Kelompok sandang sebesar 0,15 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,29 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,03 persen.
Sebaliknya dua kelompok justru mengalami penurunan indeks yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,11 persen serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen. (Red/ BPS Kepri)
