Lingga, (MetroKepri) – Anggota DPRD Kabupaten Lingga telah mulai melakukan reses. Masa – masa reses ini merupakan masa penting yang sejatinya fungsional dalam menjaring aspirasi masyarakat.
Hal itu sangat disadari oleh para anggota dewan yang berkantor di Daik Lingga, Kabupaten Lingga, Senin (15/10/2018) malam.
Sosialisasi dalam reses menampung aspirasi masyarakat yang dilakukan oleh Komisi III DPRD Kabupaten Lingga yaitu H. Ambok, Agus Norman, dan Raja Muksin di Kelurahan Dabo Lama Kecamatan Singkep berjalan lancar.
“Reses ini merupakan kewajiban bagi Anggota DPRD. Setiap tiga bulan, anggota dewan turun ke dapil untuk bertemu konstituen, menjaring informasi, menghimpun seluruhnya untuk kemudian disalurkan,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Lingga, H. Ambok.
Dia menjabarkan, dari suara – suara masyarakat yang berhasil dihimpun melalui reses tersebut, kemudian akan direkap dan dibuat laporannya, diteruskan pada pimpinan di dewan.
“Selanjutnya kita akan teruskan ke pimpinan dewan, yang kemudian pimpinan dewan meneruskan pada OPD terkait,” papar anggota dewan yang akrab dipanggil Ambok ini.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Lingga, Agus Norman mengatakan kegiatan reses sangat penting dan sayang sekali jika tidak dimanfaatkan untuk menyaring aspirasi masyakat di Kabupaten Lingga khususnya Kelurahan Dabo Lama.
“Memang ada anggota yang tidak lakukan reses. Tapi ini tergantung hati nurani. Reses ini momen kita bertemu masyarakat secara massal. Jarang – jarang loh kita bertemu konstituen yang selama ini mendukung kita. Dengan kesibukan agenda di dewan, ini momen yang harus kita manfaatkan,” ucap Agus.
Pantauan MetroKepri pada reses tersebut, tampak antusiasme masyarakat dan tetap dukungan bagi anggota dewan yang sudah mereka beri kepercayaan.
Berbagai isu seperti fasilitas umum (fasum), harapan dibina, bahkan dukungan moral disampaikan oleh masyarakat.
“Mendengarkan keluh – kesah, aspirasi warga, itu memang tugas anggota dewan. Dalam kegiatan ini, kita fokus mendengarkan untuk kemudian disalurkan. Bukan sekedar mengadakan pertemuan tanpa hasil membangun di masa depan,” kata Agus.
Masalah – masalah signifikan di bidang kesehatan misalnya, ditemui saat reses berjumpa dengan perwakilan kelurahan, RT dan RW, serta elemen masyarakat lain.
“Penyampaian dari masyarakat sangat banyak. Keluhan mereka ada yang terkait sarana – prasarana ruang tunggu. Misalnya kondisi di Puskesmas Dabo Lama. Banyak hal miris kami dengar. Misalnya masalah kebutuhan ruang tunggu untuk pasien yang tidak ada, dan obat – obatan,” ucapnya.
Seluruh keluhan masyarakat dan harapan, dikatakan para anggota dewan akan ditindaklanjuti secara maksimal. Realisasi anggaran untuk program – program yang disetujui, bisa tahun depan, bisa juga kemungkinan saat anggaran perubahan.
“Kita tidak memberi janji muluk. Semua yang vital, kita akan perjuangkan dan akan kita usahakan dapat disalurkan pada tahun 2019 nantinya. Misalnya permintaan ruang tunggu pasien dan obat – obatan,” imbuhnya. (*)
Penulis : NAZILI
