Tanjungpinang, (MK) – Minimnya penerangan lampu saat malam hari di Taman Laman Bunda atau yang biasa disebut Taman Tepi Laut, hal itu dimanfaat para remaja sebagai tempat mesum.
“Kalau malam hari sering ada remaja peluk – pelukan dan bermesraan. Kadang saya sering tegur dan usir mereka kalau udah berdua di pojok taman. Disini malam gelap tak ada lampu penerangan, yang ada hanya lampu jalan,” papar salah satu pedagang keliling di taman tersebut, Andre, Senin (8/8).
Hal senada juga disampaikan salah seorang pengunjung taman, Riski. Dia mengatakan, kurangnya optimalisasi dalam penjagaan juga mempengaruhi perbuatan tersebut, sehingga masyarakat yang menikmati fasilitas umum merasa terganggu.
“Kita kecewa jika fasilitas publik yang seharusnya jadi tempat rekreasi keluarga pada siang hari, dan kalau malam jadi tempat untuk berbuat yang tak senonoh,” ucap Riski.
Dia mengutarakan, Pemerintah Kota Tanjungpinang seharusnya lebih sigap dalam menanggapi hal itu.
“Ini tempat untuk hiburan, jadi seharusnya pemerintah mampu dan lebih sigap menanggapi dan menyikapi hal ini. Ini dibangun pakai duit rakyat loh, kita juga punya hak untuk protes,” katanya.
Dia juga mengaku sering melihat remaja yang berpacaran hingga melampaui batas ketika menjelang malam.
“Saya sering kalau jalan – jalan malam dengan keluarga lewat tepi laut. Memang agak gelap disebagian tempat yang tidak ada lampu. Ditempat itu ramai orang pacaran, sudah tidak etis lagi lah kalau sudah aneh – aneh, apalagi remaja – remaja yang banyak disana. Kalau bisa penjagaan dioptimalkan, serta penerangannya ditambah,” ucapnya. (SYAIFUL AMRI)
