Natuna, (MK) – Desa Cemaga menggelontorkan anggaran untuk belanja modal pengadaan alat musik studio sebesar Rp130.639.000 melalui Alokasi Dana Desa (ADD) pada tahun 2017 ini.
Diduga, pembelian berbagai alat musik studio seperti Keyboard Yamaha, Subwofer, Speaker, Mixer, Equalizer, Stabilizer, Genset Domping, Dinamo 15 kw yang dibeli di Pontianak tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB).
Salah satu sumber yang tidak mau disebutkan namanya kepada MetroKepri.com mengatakan, pengadaan alat musik tersebut diduga dibeli langsung oleh Ketua TPK dan Kades Cemaga di Pontianak.
“Enggak tahu juga kenapa Kepala Desa ikut pergi? Apa aturannya seperti itu?,” tanya sumber tersebut kepada awak media ini, Kamis (28/9/2017).
Dia mengutarakan, alat musik yang dibeli tersebut sudah digunakan di beberapa acara seperti perayaan 17 Agustus dan acara hiburan lainnya. Alat musik itu juga sudah diserahkan kepada badan usaha milik desa (Bumdes) dan nantinya bisa dikelola dengan menyewakan kepada masyarakat untuk menambah kas desa.
“Kemarin sudah diserah terimakan, tapi enggak tahu apakah sudah sesuai dengan RAB dan di cek. Apakah alat – alatnya sesuai atau tidak,” ujarnya.
Dari anggaran yang tertuang dalam RAB, terlihat harga satuan untuk satu unit Keyboard Yamaha 970 senilai Rp20.739.000. Sementara, informasi yang dihimpun dari salah seorang warga Ranai yang mengerti dan paham tentang alat – alat elektronik, menilai harga tersebut tidak sesuai di pasaran.
Menurut dia, untuk harga satu unit Keyboard Yamaha 970 itu berkisar Rp15 jutaan.
“Kalau tidak percaya lihat saja di internet, harganya beda – beda tipis. Tergantung dari toko mengambil untung berapa rupiah. Paling toko ambil untung sekitar Rp1 juta sampai Rp2 juta. Kalau dijual lebih mahal lagi, bisa tidak laku barangnya,” ucapmya.
Terkait hal itu, Kepala Desa Cemaga, Idris mengatakan alat musik tersebut sudah diserahkan ke Bumdes. Saat ditanya lebih lanjut melalui pesan singkat telepon selulernya, Idris mengaku sedang ada rapat di kecamatan.
Usai rapat, Idris menelepon dan mengakui kalau alat musik tersebut dibeli dari Pontianak. Selain itu, Kades Cemaga ini juga meminta awak media ini untuk datang ke kantor Desa Cemaga.
“Ada masalah ya. Kalau mau konfirmasi, datang kesini saja dan kalau mau dinaikkan beritanya. Ya naikkan saja,” katanya. (MANALU)
