
Natuna, (MK) – Kepala Desa (Kades) Subi, Sypiri dikabarkan memasokkan bahan material tanpa TPK. Bahkan, kades tersebut langsung turun tangan membeli semen di Kalimantan. Hal itu, membuat masyarakat Subi kecewa.
Pada tahun 2017 ini, Desa Subi mendapat Angaran Dana Desa sekitar Rp1,6 miliar dan dari Dana Desa (DD) Rp800 juta diperuntukan untuk membangun Desa Subi dan secara langsung dikelola oleh Sypiri selaku Kepala Desa.
Pengadaan barang/ jasa material untuk pembangunan fisik di Desa Subi ini, Kades Subi secara langsung membeli semen dan besi di Kalimantan yang pada peruntukannya TPK atau yang ditunjuk sebagai pemasok seharusnya yang beli, bukan langsung Kades yang notabenenya sebagai pengawas kegiatan dan tidak serta merta turun langsung membeli material dengan KM. Prima (Pompong) milik istrinya.
Terkait hal itu, Kepala Desa Subi Sypiri langsung menepisnya.
“Saya sudah serahkan kepada TPK terkait pengadaan barang/ jasa dan kegiatan. Namun kebetulan saja istri saya sebagai salah satu pemasok material yang ditunjuk TPK,” papar Sypiri kepada MetroKepri.com melalui telepon selulernya, Minggu (4/6/2017).
Saat ditanya mengenai keterlibatan membeli semen di Kalimantan, Sypiri mengakuinya. Dirinya yang langsung ke Pontianak untuk membeli semen dan material lainnya.
“Bukan hanya material Desa Subi yang dibawa, Kades Terayak, Pak Herman juga ikut membeli semen. Untuk Desa Subi 500 sak semen dan Desa Terayak 400 sak semen, dengan menggunakan kapal ibu (Istri Kades),” ujar Sypiri.
Sementara itu, TPK Desa Subi Asuandi mengaku telah mengundang pihak rekanan dan hanya tiga orang yang memenuhi kelengkapan perizinan. Salah satu dari tiga yang dipilih adalah Bu Kades bernama Mariyani.
“Setahu saya, hanya tiga orang di Subi ini yang memiliki dokunen lengkap sesuai syarat administrasi, seperti SIUP dan kelengkapan lainya, jadi mereka yang kita undang,” kata Asuandi melalui selulernya.
Terpisah, Plt Camat Subi Abdul Kadir mengaku telah melakukan pemeriksaan dan pengawasan serta pembinaan kepada Kepala Desa Subi. Dengan tegas, dirinya juga menyarankan agar Kepala Desa tidak lagi ikut turun langsung membeli semen.
“Masyarakat mengangap ini monopoli, karena Kades Subi langsung yang membeli semen dan menggunakan kapalnya. Kebetulan kapal tersebut milik istrinya yang ditunjuk TPK sebagai suplayer (Pemasok material) untuk mengangkut material dari Kalimantan ke Subi, dan juga telah melakukan pembinaan kepada Kades Sypiri,” ucap Plt Camat Subi ini.
Terkait hal itu, masyarakat merasa kecewa karena kapal pengangkut tersebut dipakai nama istrinya, sehingga kegiatan dikelola Kades Sypiri sebagai Penggunaan Anggaran tidak akuntabel dan transparan.
Selain itu, masyarakat Subi juga berharap, kedepannya kades dapat menentukan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, tidak hanya untuk memperkaya diri sendiri.
“Kades dipilih masyarakat langsung, seharusnya kami yang punya kapal juga bisa mendapat kesempatan untuk dilibatkan. Jangan hanya sekumpulan yang dianggap keluarga saja, tolong pikirkan kami masyarakatnya juga,” cetus warga yang enggan namanya dipublikasikan di media ini. (KALIT)
