Tanjungpinang, (MK) – Untuk meningkatkan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Haripinto Tanuwidjaja menilai Pulau Penyengat sangat berpeluang dalam menarik jumlah Wisatawan Mancanegara (Wisman).
“Pulau Penyengat juga sangat ‘menjual’ dengan berbagai peninggalan – peninggalan sejarah dan situs seperti masjid yang perekatnya terbuat dari Kuning Telur dan sejarah lainnya,” papar Haripinto kepada sejumlah awak media, Jumat (27/10/2017).
Akan tetapi, Haripinto sangat menyayangkan sampai saat ini untuk transportasi laut ke pulau tersebut masih minim standar keselamatannya dan mengakibatkan para turis enggan menyinggahi Pulau Penyengat.
“Misalnya ada turis dari luar negeri yang ingin menyeberang ke Pulau Penyengat dengan menggunakan pompong seperti itu, sudah tentunya mereka takut. Kalau orang kita ya lah sudah terbiasa,” ujarnya.
Menurut dia, tour and travel dari luar negeri juga tidak berani merekomendasi para turis tersebut untuk ke Pulau Penyengat karena pompongnya diperkirakan tidak ada asuransi.
“Tentunya mereka (Tour dan travel luar negeri) tidak berani, karena ini sangat beresiko,” ucapnya.
Seharusnya kata dia, tranportasi laut antar Penyengat itu memiliki standar keselamatan dan juga harus membenahi sarana pelabuhan yang memadai, seperti ada toilet dan menyediakan fasilitas lainnya sehingga para turis bisa nyaman.
“Untuk itu, Pemko Tanjungpinang harus bersama sama dengan KSOP atau dinas terkait membahas bagaimana mengembangkan persoalan ini agar wisman banyak datang ke Kota Tanjungpinang. Apalagi Pulau Penyengat ini sangat banyak peninggalan sejarahnya, tentunya turis asing sangat ingin menempuh ke pulau kerajaan tersebut,” paparnya.
Dia mengutarakan, pada Oktober ini Kota Tanjungpinang memang memiliki even – even berskala internasional. Dan, hal ini salah satu momen untuk menarik kedatangan wisman.
“Tapi, even – even inikan tergantung pada bulannya saja. Jadi, maksud saya itu bagaimana sepanjang tahun para wisman bisa datang ke Tanjungpinang. Salah satunya dengan cara membenahi pelabuhan dan standar keselamatan antar Pulau Penyengat tadi. Kalau itu dibenahi, tentunya wisman yang masuk menjadi betah disini apalagi kuliner di Tanjungpinang ini sangat diakui kenikmatannya. Saya rasa kalau itu dibenahi, sangat banyak wisman yang masuk ke Kota Gurindam ini,” ucapnya. (NOVENDRA)
