Gallery Foto, (MetroKepri) – Setelah melaksanakan reses di wilayah Kampung Sumber Rejo belum lama ini, Wakil Ketua II DPRD Kota Tanjungpinang Hendra Jaya S.Ip kembali melaksanakan reses. Reses kali ini, dilaksanakan di Kampung Karang Rejo Kelurahan Pinang Kencana, Rabu (29/6/2022) malam.
Selain menjemput berbagai aspirasi masyarakat, Hendra Jaya juga menanggapi berbagai usulan dan keluhan warga Kampung Karang Rejo, RT 01 RW 08, diantara terkait zonasi masuk sekolah dan fasilitas untuk pengangkutan sampah.
Reses yang dilaksanakan di halaman rumah warga RT 01 RW 08 Boniman ini, puluhan warga setempat sangat antusias menghadiri acara reses tesebut. Selain itu, juga tampak hadir Lurah Pinang Kencana, Mohammad Yayat Ayattullah S.STP, Ketua RT 01 RW 08 Nur Saifuddin, Ketua RW 08 Kampung Karang Rejo.
Pada reses tersebut, Wakil Ketua II DPRD Kota Tanjungpinang, Hendra Jaya menyampaikan, berbagai usulan usulan dan aspirasi warga Kampung Karang Rejo akan diajukannya ke Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang.
“Semua usulan usulan pada malam hari ini, akan kita ajukan ke Pemko Tanjungpinag. Hal itu juga bisa melalui reses dan juga bisa melalui Musrenbang,” papar Hendra Jaya dihadapan puluhan warga yang hadir dalam reses tersebut.
Maka dari itu, Hendra Jaya menghadirkan Lurah Pinang Kencana pada reses malam hari ini. Hal itu, kata dia, supaya usulan usulan tersebut akan sinkron.
“Usulan usulan di musrenbang pada tahun sebelumnya yang tidak terealisasi, akan kita jadikan prioritas,” ujar Legislator Partai Nasdem Kota Tanjungpinang Dapil Tanjungpinang Timur ini.
Masih kata Hendra Jaya, usulan pembangunan jalan dan lampu yang diajukan oleh masyarakat akan diperjuangkannya. Sebagai Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Hendra Jaya ingin berbuat untuk masyarakat khususnya masyarakat Kecamatan Tanjungpinang Timur ini.
“Mudah mudahan, silaturarahmi kita pada malam hari ini membawa berkah. Karena, lingkungan disini juga adalah keluarga besar saya,” ucapnya.
Selain itu, Hendra Jaya juga sudah mengusulkan kepada Pemko Tanjungpinang untuk program program UMKM, program ekonomi yang menjadi prioritas.
“Karena selama pandemi, semua usaha kita ‘mendem’ (Tidak jalan). Tetapi, Alhamdulillah, pandemi ini sudah mulai berlalu, kegiatan kegiatan kita juga sudah bisa berjalan. Mungkin yang berjualan sudah mulai ramai pembelinya. Karena saya juga pelaku usaha. Selain Anggota DPRD, saya jualan dan melayani pembeli kopi,” katanya.
Akan hal itu, ia merasakan apa yang dirasakan oleh pelaku UKM. Maka, lebih nikmat rasanya bisa melayani seperti melayani masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat.
“Mudah mudahan, kedepan diberikan kepercayaan kembali,” ucap Hendra Jaya yang langsung dijawab puluhan warga RT 01 RW 08 dengan kompak menyatakan ‘setuju’.
Sementara itu, pada sesi dialog, Ketua Bank Sampah Resik Besik Karang Rejo, Santi mengucapkan ribuan terimakasih kepada Hendra Jaya yang telah sudi datang dan hadir ke lingkungan RT 01 RW 08 Kampung Karang Rejo. Dengan kehadiran Wakil Ketua II DPRD Kota Tanjungpinang ini, warga bisa langsung menyampaikan berbagai usulan dan aspirasi.
“Alhamdulillah, pada hari Senin kemarin kami mendapat penghargaan piagam dari BLH dan masuk 10 besar dari bank sampah se Kota Tanjungpinang,” ucap Santi.
Hal yang dipertanyakaannya, yakni terkait bank sampah mereka belum bisa didaur ulang. Mereka mengumpulkan sampah sampah yang dijual secara utuh. Kemudian, satu RW itu ada satu bank sampah. Dan di RW 8 ini, bank sampahnya ada di Karang Rejo.
“Yang kami minta itu untuk masuk di RT 2, 3, 4, 5 dan itu kami masih susah. Karena, mereka juga susah, kalau mereka kesini mereka jauh. Hal itu karena tidak ada kendaraan kaisar untuk mengambil sampah sampah tersebut dari RT lain,” kata Santi.
Masih kata Santi, mereka juga ingin sampah tersebut bisa didaur ulang dan menghasilkan kerajinan.
“Kami minta seperti ada pelatihan atau apapun yang bisa mengubah sampah kami menjadi kerajinan,” harapnya.
Dikesempatan itu juga, warga lainnya mengucapkan terimakasih kepada Hendra Jaya. Karena Hendra Jaya telah banyak berbuat untuk Kampung Karang Rejo.
“Semoga, Pak Hendra Jaya lebih banyak membantu Kampung Karang Rejo ini kedepannya,” harapnya.
Selain itu, warga juga meminta penjelasan terkait zonasi untuk masuk SMP yang sering ditolak oleh pihak sekolah terdekat.
Bahkan, kata dia, warga Karang Rejo sempat bermohon ke Dinas Pendidikan agar anak mereka bisa masuk sekolah. Padahal, kalau dipikir, tidak terlalu jauh dari sekolah tersebut.
“Mungkin ada sedikit penjelasan dari Pak Hendra Jaya, agar nanti kami jelas mau masukan anak yang ada di Karang Rejo terutama yaitu untuk SMP 16 dan SMP 12. SMP 16 pun ditolak, itu yang membuat kami sedih pak,” ucapnya.
Dalam dialog itu juga, Hendra Jaya langsung menanggapi. Terkait bank sampah, kata Hendra Jaya hal ini menjadi salah satu aspirasi.
“Di BLH, nanti kita masukan sebagai program. Karena sudah banyak bank bank sampah yang sudah ikut pelatihan ke Jawa. Mereka belajar tentang bagaimana pengolahan bank sampah,” ucap Hendra Jaya.
Sehingga, kata dia, sampah yang terkumpul itu bukan dijual hanya pengepul.
“Mudah mudahan, nanti kita akan mengusulkan kepada BLH Tanjungpinang supaya ada pelatihan untuk bank bank sampah. Untuk kaisar, menjadi catatan bagi kami untuk bisa diusulkan ke Perkim Kota Tanjungpinang sebagai alat transportasi bank sampah,” katanya.
Tapi, ini perlu didampingi nanti. Ini bukan berarti dirinya berjanji memberikan, karena tugasnya hanya memperjuangkan.
“Apapun aspirasi pada malam hari ini, akan kami perjuangkan bersama RT, RW dan Lurah. Ada yang masuk melalui musrenbang kelurahan, sehingga nanti digodok lagi di Bappeda. Dan nanti diantarkan ke DPRD untuk dibahas anggarannya,” papar Hendra Jaya.
Sementara, terkait zonasi sekolah, Hendra Jaya juga sudah rapat bersama Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang. Hal ini adalah permasalahan setiap tahun. Apalagi, Tanjungpinang Timur ini masih banyak yang produktif.
“Tingkat SD dan SMP masih banyak sekali. Kemarin, saat kita rapat, dinas sudah sepakat bahwa sesuai dengan zonasi. Jadi, kalau ada anak warga Karang Rejo yang paling terdekat disini yakni SMP 16 dan tidak diterima. Nanti tolong beri tahu kami dan kita akan perjuangkan,” ujarnya.
Karena, tambahnya, hal ini suatu janji dan komitmen dari Dinas Pendidikan yang mengutamakan zonasi untuk memberikan peluang kepada anak anak yang terdekat.
“Dari rapat kemarin, dinas memberikan peluang yang sebesar besarnya kepada lingkungan yang terdekat sekolahnya. Jadi, bapak ibu jangan takut tidak diterima kalau zonasinya masuk di SMP 16 atau SMP 12. Nanti, kalau memang tidak masuk, apalagi yang ada disini, boleh antarkan berkasnya ke rumah, kita siap untuk mempasilitasi,” ucapnya.
Diakhir reses, Hendra Jaya mengucapkan terimakasih atas kesedian warga Kampung Karang Rejo yang telah sudi hadir diacara reses tersebut.
“Mudah mudahan, pertemuan malam hari ini membawa berkah. Ada oleh oleh nanti di tahun 2023 yang diusulkan satu atau dua program itu bisa direalisasikan,” katanya. (*)
Foto/ Narasi: ALPIAN TANJUNG




