Selesai Diobservasi di Natuna, 285 Orang Dipulangkan Dalam Keadaan Sehat

by -38 views
Menteri Muhadjir Effendy, Menteri Dr Terawan Agus Putranto dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo saat jumpa pers di Lanud RSa Ranai
Menteri Muhadjir Effendy, Menteri Dr Terawan Agus Putranto dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo saat jumpa pers di Lanud RSa Ranai

Natuna, (MetroKepri) – Setelah menjalani masa observasi selama 14 hari di Kabupaten Natuna, 285 orang yang menjalani observasi terkait virus corona dinyatakan sehat.

285 orang yang diobesrvasi ini terdiri dari 237 WNI, satu WNA, lima orang dari tim Kementerian Luar Negeri, 18 orang pegawai Batik Air dan 24 tim penjemput.

Mereka dinyatakan sehat untuk dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Proses pemulangan WNI ini ditandai dengan datangnya beberapa Menteri.

Bupati Natuna Drs. H. Hamid Rizal menyambut langsung rombongan Menteri Koodinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Dr Terawan Agus Putranto dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo di Lanud RSa Ranai, 15 Februari 2020.

“Berdasarkan laporan, semuanya dalam kondisi sehat. Setelah dilaksanakan pemulangan, WNI menjadi tanggungjawab pemerintah daerah masing-masing dalam pengawasan kesehatan lanjutan. Dengan kekuatan doa kita lepas mereka,” kata Muhadjir Effendy kepada sejumlah wartawan.

Muhadjir menerangkan, dalam proses pemulangan WNI ini dihadiri perwakilan dari WHO untuk melihat langsung dan menyatakan mereka dalam keadaan sehat semua.

Sementara itu Menteri Kesehatan Republik Indonesia Letjen TNI (Purn) Dr Terawan Agus Putranto mengatakan, Kemenkes akan memberikan surat rekomendasi yang menyatakan mereka dalam keadaan sehat.

“Akan diberikan surat keterangan sehat. Orang-orang yang diobservasi dapat dinyatakan sehat secara teori dari WHO jika sudah 2 minggu diobservasi dan dinyatakan terbebas dari virus. Untuk perkembangan kesehatan selanjutnya akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan dari masing-masing daerah,” kata Dr Terawan.

Dr Terawan berharap, Dinas Kesehatan daerah membantu mereka untuk sosialisasi dengan masyarakat untuk memantau apabila di kemudian hari terdapat keluhan-keluhan sakit. (Manalu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.