Lingga, (MK) – Masyarakat Kabupaten Lingga berharap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) resmi Pertamina dapat mengatasi kelangkaan BBM pada saat ini.
Dampak dari kelangkaan BBM tersebut berakibat fatal terhadap aktivitas warga yang otomatis berdampak kepada perkenomian warga.
“Kalau bisa secepatnya ada SPBU. Kalau sudah susah minyak begini, semua aktivitas kita akan terganggu. Tapi SPBU nya harus 24 jam buka,” papar salah seorang warga Singkep, Agus saat ditemui MetroKepri.com, Jum’at (5/01/2018).
Dia mengutarakan, sudah sepuluh tahun lebih Kabupaten Lingga berdiri hanya memiliki stasiun pengisian bahan bakar bunker (SPBB) di Desa Sungai Buluh Kecamatan Singkep Barat. Sebagaimana kewajiban dari SPBB hanyalah menyalurkan bahan bakar kepada konsumen sesuai dengan peruntukannya, khususnya untuk BBM bersubsidi bagi para nelayan.
Melihat kondisi ini, masyarakat berharap agar pembangunan SPBU yang saat ini sedang berjalan dapat terealisasi secepatnya. Meski begitu, warga juga berharap agar setelah pembangunan SPBU di Kota Dabo dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku sehingga tidak terjadi kecurangan.
“Kita ingin SPBU – nya nanti sama dengan di kota – kota lainnya aktif 24 jam dan pemberlakuan BBM satu harga yang merupakan program pemerintah pusat,” ujar Uji warga Singkep lainnya.
Sementara itu salah satu pengecer di wilayah Singkep Barat Ahmad mengatakan kelangkaan BBM yang terjadi akibat dari pasokan BBM yang terlambat dari SPBB untuk dijual ke pengecer.
“Katanya, tanggal 5 ini hingga nanti baru ada BBM,” ucapnya.
Saat ditanya apakah dirinya setuju jika nanti di Kota Dabo didirikan SPBU yang saat ini pembangunannya sedang berjalan, Ahmad mengaku dirinya tidak mempersoalkan pembangunan SPBU di Dabo Singkep. Sebagai pengecer, menurutnya sangat mendukung berdirinya SPBU karna saat ini dirinya tidak saja menjual premium namun BBM lainnya seperti minyak tanah dan solar juga dijual.
Namun dirinya berharap agar pembangunan tersebut dapat dibangun sesuai dengan ketentuan yang berlaku, khususnya masalah harga dan aktivitas SPBU harus 24 jam.
Pembangunan SPBB di Kota Dabo Singkep sebelumnya sempat mendapat penolakan dari beberapa pihak melalui spanduk – spanduk yang dipasang di beberapa sudut Kota Dabo, namun Ari salah satu petugas lapangan pengelola SPBB mengatakan penolakan tersebut hanya berbentuk spanduk dan tidak tahu siapa yang memasangnya.
“Memang awal dibangun ada spanduk bertuliskan penolakan, tapi kita tidak tahu siapa yang memasang. Saat ini proses kelengkapan administrasi pendukung sedang berjalan seiring dengan pembangunannya kita targetkan selesai Maret 2018 ini,” katanya.
Terpisah, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga Junaidi Adjam mengatakan sangat mendukung masuknya SPBU Pertamina di Kabupaten Lingga. Masuknya SPBU ini diharapkan menjadi solusi atas sering terjadinya kelangkaan BBM di Kabupaten Lingga. Selain itu masyarakat Singkep khususnya juga dapat menikmati jenis BBM lainnya seperti Pertamax dan Pertalite.
“Proses pendukung perizinan SPBB itu saat ini sedang kita proses. IMB – nya sudah ada, beberapa perizinan lain juga sudah hanya ada beberapa berkas yang harus dilengkapi saat ini sedang kita proses,” ucapnya. (NAZILI)
