Lingga, (MetroKepri) – Turnamen Sungai Buluh Cup bukan hanya menyelenggarakan pertandingan sepak bola saja, melainkan juga menghadirkan Festival Seni Budaya Melayu yang diadakan oleh Sanggar Seni Diram Perkase Desa Sungai Buluh yang di mulai pada Kamis (10/10/2018) lalu.
Festival ini diperlombakan dari kategori tingkat SD sampai dengan tingkat SMA se Kecamatan Singkep Barat. Festival ini juga bekerja sama dengan aparatur desa dan panitia Turnamen Sungai Buluh Cup.
Pegelaran Sanggar Seni Diram Perkase Desa Sungai Buluh menampilkan dengan berbagai jenis tarian Adat Melayu dan Pencak Silat sebagai awal pembuka kegiatan tersebut.
Pada festival ini turut serta berpatisapasi Kepala Desa Sungai Buluh, Babinsa Desa Sei Buluh, BPD, Ketua Karang Taruna beserta anggota, RT, RW, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, Panitia Turnamen Sungai Buluh Cup serta ratusan penonton juga turut memeriahkan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sei Buluh, Agus Setiawan SH mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana acara.
“Semoga pelaksanaan kegiatan ini berjalan degan lancar dan sukses. Tujuan acara ini adalah untuk melestarikan budaya Melayu kita yang akan terus dikembangkan,” paparnya.
Sementara, Ketua Sangar Seni Diram Perkase Desa Sei Buluh, Bastiar mengatakan dengan didiadakannya kegiatan ini agar dapat melestarikan nilai nilai Budaya Melayu di Kabupaten Lingga serta mencari bibit bibit seniman budaya melayu nantinya,” ujar Bastiar kepada MetroKepri, Sabtu (13/10/2018).
Adapun perlombaan yang akan dilaksanakan antara lain Tari Inai, Silat, Puisi, Syaair dan Karaoke.
Untuk itu, dia berharap kepada seluruh peserta menampilkan kebolehannya dan bakat yang terpendam.
“Saya mengucapkan terimakasih atas kehadiran bapak – bapak dan ibu – ibu serta Anggota DPRD, Babinsa, BPD, Karang Taruna, RT, RW, tokoh agama dan tokoh masyarakat,” ucapnya. (*)
Penulis : NAZILI
