
Sementara, Dewan Direksi PT bright PLN Batam, Dadan Koernia Dipoera mengaku berat memadamkan listrik tersebut.
“Sebenarnya kita memadamkan lampu ini sangat berat buat saya. Karena harus menjaga kelangsungan perusahaan agar perusahaan ini bisa bertahan dan bisa melistriki dan tiba – tiba nanti kalau tabungan saya habis, jadi padam gelap semua se Batam ini. Dengan disetujuinya ini, saya punya kepastian. Jadi, mulai malam ini tidak ada pemadaman dan kita sesuai janjinya Pak Gub, September ditagihkan untuk Oktober dengan kenaikan 15 persen,” ucap Dadan.
Masih kata Dadan, pemakaian September ditagih pada Oktober, pemakaian Desember ditagih Januari. Dengan kenaikan 15 persen ini, pihaknya berharap walaupun 45 persen tercapai tetapi dibawah nasional.
“Kita tidak menginginkan tarif nasional dan sama sekali itu tidak, ini buat kita supaya kita tetap bertahan. Prinsipnya bisa menyala dan kita bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” katanya. (JIHAN)
