Terkait PKL di Laman Boenda, YPW: Pemko, Ayo Kita Pikirkan Bersama

by -99 views
Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni (YPW)
Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni (YPW)

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Terkait Pedagang kaki lima (PKL) di Taman Laman Boenda, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni (YPW) angkat bicara.

Menurut YPW, permasalahan pedagang yang berjualan di sekitaran Taman Laman Boenda, memang perlu disikapi secara arif dan bijak.

“Karena, bukan hanya permasalahan PKL di sekitaran Laman Boenda saja, juga pada semua badan dan bahu jalan yang digunakan untuk berjualan. Tentu ini semua ada konsekuensi berkembang majunya sebuah daerah,” katanya kepada sejumlah awak media, Senin (23/12/2019).

Tentunya, kata YPW, tantangan yang dihadapi untuk melakukan penataan di kawasan perkotaan adalah menghadapi marak dan menjamurnya PKL di lokasi-lokasi yang dilarang.

“Dan itu hal yang sangat wajar dan normal. Terlebih dengan kondisi ekonomi nasional dan Kepri yang sedang belum begitu baik,”sebutnya, menilai.

Untuk sekitar Laman Boenda, lanjut YPW, diketahui bersama bahwa dari awal komitmen agar salah satu lokasi ikon Kota Tanjungpinang itu tentu tidak diperuntukkan untuk PKL.

“Karena Laman Boenda merupakan sarana publik yang memang di peruntukkan untuk masyarakat menikmati fasilitas publik bersama keluarga,” terangnya.

“Seiring berjalannya waktu, juga memang tidak dibenarkan untuk pedagang kaki lima berjualan. Tetapi diberikan sedikit toleransi diantaranya tidak ada jualan yang sifatnya menetap, tetapi dengan pola berjulan keliling,” tambah YPW.

Akan hal tersebut, dengan tegas YPW mengatakan, untuk menyelesaikan permasalahan itu perlu sikap yang bijak dan arif dalam menyelesaikannya.

“Ayo Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, kita pikirkan bersama DPRD mencari jalan yang terbaik untuk bersama-ama mencari solusi agar tujuan yang diharapkan pemerintah tetap terjaga estetika dan kebersihan kota,” pintanya.

Semua itu, sambung YPW, harus diajak bicara baik pemerintah maupun para pedagang. Bagaimana pun, kata dia, pedagang juga masyarakat yang harus didengar aspirasi dan keluhannya.

“Mengingat kawasan Laman Boenda, Melayu Square, Anjung Cahaya dan Ocean Corner, semua tetap harus ditata dengan baik. Jangan terkesan menjadi kawasan yang semrawut dan kumuh. Kita ingin Tanjungpinang ini semakin baik dan maju,” ungkapnya.

“Kepada Satpol PP saya harapkan untuk menahan diri dulu sampai ada penyelesaian yang baik,” pungkasnya. (*)

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.