Dilarang Jualan di Laman Boenda PKL Tetap Jualan, Satpol PP Tertibkan

by -205 views
Kasatpol PP Kota Tanjungpinang Hantoni S.Sos.,M.Si. saat di Taman Laman Boenda
Kasatpol PP Kota Tanjungpinang Hantoni S.Sos.,M.Si. saat di Taman Laman Boenda
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Walaupun sudah dilarang berjualan di Taman Laman Boenda, 20 lebih Pedagang Kaki Lima (PKL) ngotot tetap berjualan meski terpajang larangan di wilayah tersebut.

Alhasil, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang, Jumat (20/12/2019) petang menertibkan para PKL tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Penanggulangan Kebakaran Kota Tanjungpinang Hantoni S.Sos.,M.Si., sebelum menertibkan bersama beberapa personil sempat memberikan penjelasan kepada pedagang.

Saat dimintai keterangannya, Hantoni mengatakan bahwa hari ini petugas melakukan penataan yang sebelumnya petugas sudah melaksanakan penertiban.

“Kalau belum ada keputusan resmi akibat dari itu semua, tolong dimengerti juga tugas dan fungsi kami selaku Satuan Polisi Pamong Praja. Apalagi disitu (Taman Laman Boenda) sudah tertulis di plang larangan berjualan,” ujarnya kepada salah satu awak media online di Tanjungpinang.

Hantoni kembali menegaskan, sepanjang larangan tersebut belum dicabut, sepanjang itu pula pedagang dilarang berjualan.

“Di Taman Laman Boenda ini sudah terpasang larangan dan itu sudah lama dilakukan pemasangannya,” sebutnya dengan tegas.

Terpisah, salah satu pedagang Nani, tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh petugas Satpol PP Tanjungpinang. Kata dia zaman walikota sebelumnya diperbolehkan berjualan di seputaran tepi laut.

“Masa Bu Tatik kami bisa berjualan, kenapa sekarang tidak bisa berjualan,” ucapnya.

Menurut Nani, sejak tahun 2007 sudah berjualan bandrek di seputaran tepi laut. Ketika ditanya ada plang larangan berjualan, Nani menyebut plang berada didalam taman bukan diluar.

“Itukan bagian di dalam, tahu, bukan di dalam, itukan diluar,” katanya sambil menunjukkan lokasi berjualan.

Plang larangan yang terpajang di Taman Laman Boenda Perda tahun 2015
Plang larangan yang terpajang di Taman Laman Boenda Perda tahun 2015

Sementara, Upek pedagang yang juga terkena penertiban berasumsi bahwa petugas melakukan penertiban dalam rangka penilaian Adipura.

“Kami diusir pak, katanya ada penilaian Adipura. Mereka jaga taman dari pukul 10.00 wib. Seharusnya sebelum pedagang masuk bilang tidak boleh, tidak bisa. Ini pedagang sudah masuk, diusir. Sementara sudah tiga hari hujan terus pak, enggak makan anak kami pak,” bebernya.

Pantauan di lokasi, plang larangan bertuliskan Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Penanggulangan Kebakaran, bahwasanya trotoar bukan tempat meletakkan barang dagangan jualan (Peraturan Daerah Kota Tanjungpinang Nomor 7 Tahun 2018).

Selain itu, dilarang melakukan kegiatan usaha/berjualan di taman kota, melebihi jam 00.00 WIB di taman kota, dan memasang spanduk/umbul-umbul di taman kota (Peraturan Daerah Kota Tanjungpinang Nomor 8 Tahun 2015 Tentang Ketertiban Umum). (*)

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.