Tim WFQR Lanal Dabo Gagalkan Transfer BBM Ilegal

by -365 views
by
danlantamal-iv-laksamana-pertama-tni-s-irawan
danlantamal-iv-laksamana-pertama-tni-s-irawan

Tanjungpinang, (MK) – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) 4 Lanal Dabo Singkep berhasil menggagalkan upaya transfer bahan bakar minyak (BBM) illegal shift to shift di perairan Alang Tiga Dabo Singkep, pada Selasa (13/9) sekitar pukul 22.30 WIB.

Pengungkapan kegiatan transfer BBM illegal tersebut berawal dari kegiatan patroli laut yang dilakukan oleh tim WFQR 4 Lanal DBS dengan menggunakan Patkamla Kuala Gaung yang mendeteksi adanya kegiatan illegal yang dilakukan kedua kapal.

Setelah mencium gelagat yang mencurigakan, tim WFQR melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas kapal ditengah malam tersebut.

Melalui press release Dispenal Lantamal IV Tanjungpinang, Komandan Lantamal (Danlantamal) IV, Laksamana Pertama TNI S. Irawan S.E menyampaikan, dari hasil pemeriksaan diketahui kapal yang terlibat kegiatan transfer BBM shift to shift tersebut adalah KM Riau Jaya GT 17 dengan TB Cavalo GT 185 dan TK Metro GT 2085 berlayar dari Dumai tujuan Jakarta dengan muatan CPO sebanyak 4.000 ton.

“Dari hasil pemeriksaan, pemilik diketahui berinisial “S” dan dinahkodai oleh “P” dengan anak buah kapal (ABK) sebanyak 15 orang yaitu 10 orang ABK TB Cavalo dan 5 orang ABK TK Metro,” ucap Irawan, Rabu (14/9).

Danlantamal IV mengutarakan, dari pengakuan nahkoda “P”, TB Cavalo akan melaksanakan transfer BBM illegal kepada KM Riau Jaya GT 17 dengan nahkoda “AS” sebanyak 10 ton dan sudah terlaksana 3 ton.

“Dari pengungkapan ini, melalui tim WFQR tidak akan pernah berhenti melakukan pengejaran dan penindakan terhadap segala bentuk pelaku kejahatan di perairan Kepri, salah satunya adalah penggagalan upaya transfer BBM illegal shift to shift yang jelas – jelas merugikan negara dan dilakukan di tengah laut dalam kegelapan malam,” ujar Irawan.

Pelaku kejahatan ini, kata Irawan, selalu mencari titik kelengahan aparat. Hal itu terbukti dengan pergerakan mereka yang melakukan kegiatan illegal ditengah malam dan kondisi cuaca buruk.

“Namun sebagai garda terdepan, TNI AL dalam hal ini Lantamal IV melalui tim WFQR akan terus meningkatkan kewaspadaan melalui patroli rutin dan memetakan alur laut yang rawan tindak kejahatan,” papar Danlantamal IV.

Oleh karena itu, Irawan menegaskan, TNI AL tidak boleh lengah dan kalah dari para penjahat. Sekecil apapun tindak kejahatan, tetaplah kejahatan dan harus ditangani secara serius dan tuntas.

“Tidak ada kata kompromi dengan mereka yang jelas – jelas merugikan negara,” ucapnya.

Sementara, guna pengembangan dan proses hukum lebih lanjut, TB Cavalo, TK Metro dan KM Riau Jaya selanjutnya ditarik dan diamankan di Tanjung Sebayur Dabo Singkep. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.