Batam, (MK) – Tim gabungan TNI AL menangkap kapal yang membawa satu ton narkotika jenis sabu diperairan perbatasan Indonesia dan Singapura pada Rabu (7/2/2018) sekitar pukul 14.10 WIB.
Kapal bernama KM Sunrise Glory yang menggunakan bendara Singapura ini ditangkap oleh KRI Sigurot 864 dan Satrol Lantamal IV Tanjungpinang. Kapal ikan ini juga berhasil dihentikan petugas setelah berusaha kabur dan kembali ke jalur perairan internasional.
“Dari informasi intelijen TNI AL sejak dua bulan lalu, kapal ikan ini terindikasi sebagai alat transportasi dan transfer narkoba di tengah laut,” papar Wakasal TNI AL taufik saat diwawancarai oleh awak media di Markas Komando Pangkalan TNI AL Tanjung Sengkuang, Batam, Sabtu (10/2/2018).
Wakasal mengutarakan, KRI SGR 864 melakukan pendekatan dengan halu 245 cepat 13,5 KTS ke arah kontak KM Sunrise Glory posisi di Timur Laut Karang Helen pada posisi 01.08.118.U – 103.47.216.T berlayar dengan halu 050 cepat 7 KTS.
“Pukul 14.30 WIB KRI SGR 864 melaksanakan pemeriksaan terhadap kapal ikan KM Sunrise Glory pada kordinat 01.08.722,U – 103.48.022,” ujarnya.
Kemudian, kronologis penangkapan lanjutan di pangkalan pada Kamis (08/2/2018) sekitar pukul 16.00 WIB dilaksanakan serah terima KM Sunrise Glory dari KRI SGR 864 kepada Lanal Batam dengan dugaan awal pelanggaran UU pelayaran dan dilanjutkan pemeriksaan di pangkalan oleh Lanal Batam dengan temuan tambahan dugaan pelanggaran UU perikanan pada Jumat (09/2/2018) sekitar pukul 15.00 WIB KM Sunrise Glory dipindahkan dari Dermaga Batu Ampar ke Dermaga Lanal Batam untuk pemeriksaan lebih intensif terhadap ABK dan kapal oleh Tim WFQR Lantamal IV/ Lanal Batam, BNN Pusat dan BC Pusat serta BC Batam.
“Setelah menerima informasi lanjutan mengenai adanya dugaan keterlibatan dalam pelanggaran UU. Tim gabung Lanal Batam bersama Bea dan Cukai membawa anjing pelacak berhasil menemukan barbuk narkoba berupa sabu – sabu sebanyak 41 karung beras dengan perkiraan 1000 kg atau 1 ton yang disembunyikan di atas tumpukan beras dalam Palka bahan makanan tersebut. Sementara empat orang tersangka warga negara Taiwan,” ucapnya.
Terpisah BNN Pusat, Inspektur Jenderal Polisi Arman Depari mengucapkan terimakasih.
“Saudara – saudaraku sekalian para jurnalis dan wartawan, saya sendiri hanya menambahkan dan tentu saja saya yang mengucapkan terimakasih sebesar – besarnya, sekaligus penghargaan saya kepada seluruh jajaran TNI AL, dari markas besar sampai Lanal Batam. Hari ini kita melihat suatu hasil yang sangat mengagumkan dari kegiatan operasi gabungan yang kita lakukan bersama – sama dan cukup panjang,” katanya.
Masih kata dia, tadi sudah disampaikan oleh bapak Wakasal TNI AL. Mulai dari awal Desember tahun lalu dan hari ini, melihat hasil yang sedemikian baik.
“Dimana keseluruhan kita telah melakukan penyitaan terhadap lebih dari satu ton narkoba jenis sabu – sabu dengan 4 tersangka warga negara asing dan satu unit kapal yang sekarang parkir dibelakang kita,” ucapnya.
Pada press conference tersebut, turut hadir Kazona Kamla Wilbar, Wakasal TNI AL, Dandim 0316, Komandan Guskamlabar, Deputi Pemberantasan BNN, Kadis Pamali, Komandan Lantamal IV. Kepala BNN Pusat, Kapolda Kepri, Kepala BNN Kepri, Komandan Lanal Batam, Aspam Kasal, Dirjen Bea dan Cukai. (JIHAN)
