Tanjungpinang, (MK) – Lembaga Amanah Riau Hulu Kuala (Laruka) Tanjungpinang meminta Pemerintah Kota Tanjungpinang menjaga kebersihan di Sei Carang usai pelaksanaan Festival Sei Carang (FSC) yang akan digelar pada 20 – 22 Oktober 2017 mendatang.
“Kami meminta dengan hormat kepada pemerintah selaku penyelenggara acara jangan sampai sampah berserakan lagi di Sei Carang. Tahun lalu, semua sampah berserakan di Sei Carang, bahkan ada sisa – sisa hiasan dragon boat diletak di Sei Carang dalam komplek Kota Rebah,” papar Ketua Laruka Tanjungpinang, Dg. Marzuki, selasa (17/10/2017).
Dia mengutarakan, Laruka sebagai Pemerhati Sejarah dan Situs Cagar Budaya prihatin dengan daerah Sei Carang yang penuh sampah usai acara Festival Sei Carang pada tahun lalu.
“Kami bangga pemerintah ingin kembali mengangkat nama Sei Carang melalui festival tersebut. Tapi yang kami sesali, setiap selesai acara semua sampah berserak. Mirisnya lagi, pernak pernik acara semua disumbat di Kota Rebah, ini malah merusak bukan menjaga,” ujarnya.
Masih kata dia, pada tahun lalu dirinya pernah memotret sisa – sisa sampah usai acara tersebut dan memberitahukan kepada instansi terkait, namun hanya diacuhkan saja.
“Tahun lalu saya foto semuanya, sampai – sampai kepala naga di dragon boat diletak di Kota Rebah. Kami kirim fotonya, tapi tak ditanggapi. Mohon dan tolong dijaga sama – sama cagar budaya kita, dan jangan dikotori. Diluar sana berkoar – koar harus jaga kebersihan, ini malah membuang sampah sembarangan di tempat cagar budaya,” ucapnya.
Dia berharap, agar Pemerintah Kota Tanjungpinang berbesar hati untuk bersama – sama menjaga kelestarian cagar budaya dan khazanah sejarah di Kota Tanjungpinang.
“Kami tidak mau apa – apa, cukup sama – sama kita lestarikan cagar budaya. Selama ini, pemerintah kurang peduli dengan cagar budaya, namun jangan merusaknya dengan membiarkan sampah berserakan usai acara,” ucapnya. (SYAIFUL AMRI)
