Usia Muda Tak Jadi Penghalang Awasi Pemilu 2019

by -113 views
Foto Bersama Usai Sosialisasi
Foto Bersama Usai Sosialisasi

Natuna, (MetroKepri) – Ruang pertemuan RM Sisi Basisir di Jalan DKW Mohammad Benteng menjadi saksi perwakilan siswa – siswi dari SMAN 1 Bunguran Timur, SMAN 2 Bunguran Timur dan Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna yang mengikuti sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif dalam rangka pelaksanaan pemilu DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/ Kota dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019, pada Selasa 11 Desember 2018 pagi.

Sosialisasi dengan metode pemaparan dan tanya jawab ini, menghadirkan narasumber dari Anggota Komisoner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Natuna, yakni Lindawati dan Anggota Komisioner Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwaslucam) Bunguran Timur, yakni Doddy Alfon dan Supriyadi.

Dengan lugas, ketiga narasumber ini berbicara tentang pengawasan pemilu partisipatif dihadapan para pemilih muda. Dengan seksama, pemilih pemula ini mendengarkan pemaparan, dengan sekali – sekali menganggukkan kepala yang menandakan mereka mulai paham atas materi yang diberikan.

Kesempatan pertama, Doddy Alfon memaparkan, pengawasan pemilu bertujuan menciptakan integritas, kredibilitas penyelenggara, transparansi penyelenggaraan dan akuntabilitas hasil pemilu, mewujudkan pemilu yang demokratis dan memastikan terselenggaranya pemilu yang jujur, adil dan berkualitas.

Untuk pengawasan partisipatif, Doddy Alfon mengatakan, bentuknya ada beberapa macam, seperti ikut memantau pelaksanaan pemilu, ikut mencegah terjadinya pelanggaran, menyampaikan laporan pelanggaran pemilu dan menyampaikan informasi dugaan pelanggaran pemilu.

Kesempatan kedua, Supriyadi menanyakan arti partisipatif kepada pemilih pemula. Dengan antusias salah seorang pelajar menjawab keikutsertaan. Jadi, bisa dikatakan partisipatif artinya, keikutsertaan masyarakat dalam pemilu nanti. Peran partisipatif dari mahasiswa dan pelajar untuk dalam pengawasan pemilu sangat diperlukan, mengingat keterbatasan personil dari Bawaslu dan Panwaslucam terbatas dengan wilayah pengawasan yang sangat luas.

“Para pelajar dan mahasiswa bisa ikut berpartisipasi dalam memantau dan mencegah pelanggaran pemilu dengan menyampaikan kepada pemilih pemula yang lain, saudara dan tetangga, hal – hal yang tidak dibolehkan seperti money politik dan pemasangan APK,” katanya.

Berbicara money politik, Supriyadi mengatakan ini merupakan dampak buruk kepada masyarakat dengan merendahkan martabat masyarakat dengan sejumlah uang. Selain itu, money politik adalah jebakan untuk masyarakat agar memilih dia dan menciptakan lingkaran korupsi.

“Jadi gunakan hak pilih nanti dengan menggunakan hati nurani dan lihat yang berkompoten dan berkualitas,” ucapnya.

Kesempatan ketiga, Lindawati menegaskan, pelajar dan mahasiswa merupakan salah satu peran penting dalam pengawasan pemilu. Saat ini, terjadi pertama kali di Indonesia, pemilu dengan dua agenda, yakni memilih Pileg dan Pilpres yang sudah tentu banyak menyita waktu dan perhatian.

Wanita yang sudah lama berkecimpung di pengawasan pemilu ini melanjutkan, Pemilu itu penting karena merupakan sarana demokrasi dalam memilih pemimpin. Calon pemimpin ketika dalam proses pemilu melakukan money politik, itu sudah menandakan calon pemimpin tersebut sudah bobrok dan pasti nanti melakukan korupsi.

“Adik – adik sekalian masih putih dan polos dari pendidikan politik. Pilih pemimpin yang berkualiatas, maka pemilihnya juga menunjukkan kualitas. Jadi pintar – pintarlah memilih nanti,” katanya lagi.

Lindawati menyarankan agar tidak menggadaikan hak pilih, pilih tipe calon yang rasional dan kritis. Jadilah pemuda yang cerdas, usia muda tidak menjadi penghalang dalam mengawasi pemilu 2019, hilangkan pola pikir di masyarakat ‘ada uang, ada suara’.

Usai pemaparan ketiga narasumber, pelajar dan mahasiswa yang hadir dengan antusias melontarkan pertanyaan. Tanpa ragu, penuh semangat, pertanyaan terus dilontarkan sampai mereka mengerti. Intinya, partisipatif dari pelajar dan mahasiswa dalam pengawasan pemilu, bisa menekan pelanggaran pemilu 2019. (Manalu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.